Generasi Muda Indonesia! Kau harus mau dididik, dan mendidik kemudian
Kau harus berpendidikan agar menjadi generasi muda yang cerdas dan berilmu
Teruslah belajar hingga menjadi kebanggaan negara, atau minimal untuk dirimu sediri
Jangan pernah berhenti untuk menjadi seorang pejuang hidup
Selamat Hari Pendidikan Nasional :-)
Tampilkan postingan dengan label Inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiration. Tampilkan semua postingan
Youth Generation for Our Best Education (Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2017)
Perjuangan Tiada Berujung (Hari Buruh Internasional 1 Mei 2017)
Menurut
KBBI elektronik, Buruh adalah orang yang bekerja untuk orang lain dengan
mendapat upah. Atau dengan kata lain, buruh adalah seorang pekerja (worker).
Mungkin
sebagian orang beranggapan bahwa kata buruh berarti seorang pekerja dengan
pekerjaan kasar atau pekerjaan rendahan. Namun jika ditinjau dari pengertian
buruh sendiri, buruh dapat diartikan secara lebih luas. Semua orang yang
bekerja untuk mendapat upah berarti buruh, termasuk juga pegawai negeri maupun
pegawai swasta, baik yang berada di posisi top level, middle level, maupun low
level.
Bekerja
untuk orang lain atau bekerja di bawah tekanan orang lain bukanlah hal yang
mudah. Mereka memiliki tanggung jawab terhadap semua tugas yang terkait dengan
peran dalam bidang kerja masing-masing. Mereka berusaha menjalankan perintah,
mematuhi peraturan dan menerima tekanan kerja. Tak jarang dari mereka yang
sudah bekerja dengan baik tapi tidak mendapat apresiasi. Tak jarang dari mereka
yang bekerja dengan jam kerja tinggi tapi mendapat gaji kecil. Dan tak jarang
pula dari mereka yang memiliki kesetiaan pada instansi tapi berujung pada
ketidakadilan, seperti PHK.
Pihak
atasan kadang tak berdaya ketika keadaan perusahaan sedang lemah. Tak ada
pilihan lain selain melakukan PHK terhadap sebagian karyawan. Masih mending
ketika mereka mendapat upah terakhir dari perusahaan. Tapi bagaimana jika
mereka tidak mendapat upah terakhir? Melakukan demonstrasi? Mereka yang
merupakan karyawan dari level bawah yang tidak mempunyai pihak pembela pastinya
akan kalah juga. Mereka pasti juga tak punya daya ketika keadaan membuat mereka
lagi-lagi harus menerima.
Bagaimana
dengan orang-orang yang bekerja di jajaran pemerintahan? Jajaran orang-orang
yang mempunyai kekuasaan dan wewenang, yang katanya bekerja untuk rakyat?
Akankah mereka menjadi pihak pembela yang kuat? Nyatanya, lihatlah mereka yang
melakukan demonstrasi di depan gedung istana negara Mereka memprotes kebijakan
upah minimum kerja. Mereka berharap ada seseorang di dalam gedung istana akan
memikirkan nasib para kaum buruh.
Apa
yang akan kaum buruh lakukan selanjutnya? Tentu saja mereka akan tetap
berjuang, bekerja, dan mencari uaph. Terus begitu seperti roda yang berputar. Kerasnya
hidup membuat mereka terus berjuang mencari upah. Banting tulang, peras
keringat pun mereka lakukan, tak peduli sampai darah mengalir dan air mata
berderai. Intinya mereka berusaha menggebuk kerasnya hidup. Seperti halnya buku
A. Fuadi yang berjudul ‘Hidup itu Keras, maka Gebuglah!’. Artinya mereka harus
tetap menghadapi segala cobaan hidup. Ya. Karena ini adalah hidup. Mereka harus
tetap berjalan mengikuti arus kehidupan. Makanya perjuangan itu tiada ujungnya.
Ujung perjuangan adalah kematian, yang mana kehidupan fana telah berhenti.
Selamat
hari buruh internasional, guys… Dan kau para Freshgraduate, selamat datang di
dunia buruh J
Lost to Find #2 (From ‘Demian’ Novel by Hermann Hesse)
Novel
Demian masih karya Hermann Hesse terbit tahun 1919 dan masih kategori novel
filosofi, yaitu tentang cerita masa muda Emil Sinclair dalam pencarian jati diri serta perkembangan psikologinya.
Dalam
novel Demian, Emil Sinclair kecil adalah seorang murid laki-laki yang berasal
dari keluarga baik-baik, dan penuh kehangatan. Namun dia sendiri merasa berbeda dengan keluarganya, dunia yang penuh dengan cahaya. Ia merasa seharsusnya berada di dunia yang gelap dan penuh hal-hal buruk.
Sinclair kecil memiliki hasrat ingin diterima oleh pergaulan. Saat pertengahan liburan ia mulai bermain
dengan Franz Kromer, anak laki-laki yang mempunyai perangai buruk. Sinclair
memulai pertemanan dengan membuat cerita bohong, yang ia yakini Kromer akan
menyukai cerita itu dan menganggap dirinya gagah. Sayangnya Kromer dan teman-temannya mulai memanfaatkan cerita bohong Sinclair. Kromer
pun menakuti Sinclair dengan ancaman, dan Kromer sering menggoda dengan membuat
siulan di sekitar Sinclair. Sinlclair ketakutan hingga pura-pura sakit agar
tidak pergi sekolah dan bertemu Kromer. Sinclair juga memberi upeti agar Kromer tidak melaporkan pada polisi atau keluarganya.
Masalah
Sinclair dan Kromer mereda ketika ia bertemu dengan murid baru bernama Max
Demian. Seorang murid yang berbeda dari anak-anak pada umumnya. Dia memiliki perawakan yang dewasa dan aura kejantanan. Akhirnya Mereka berdua
berteman. Sinclair pun menjadikan Demian sebagai panutan karena Demian sering memberi mimbingan dan petunjuk-petunjuk.
Ketika beranjak dewasa, Sinclair
semakin jarang bertemu Demian, setelah selama sekolah Demian bercerita kisah Cain and Abel (Kabil dan Habil), mereka
bertemu kembali di gereja dan Demian banyak bicara mengenai The God and The Devil, dan di bar saat
Sinclair sedang mabuk karena banyak minum wine.
Sinclair kembali ditinggal oleh Demian. Dan Sinclair yang tanpa Demian, ia
menjadi pemabuk, kasar, semakin tidak mempunyai aturan karena ia memutuskan untuk tidak tinggak di rrumah, Sinclair yang bertemu Beatrice dan jatuh cinta,
Sinclair yang mengalami mimpi adsurb, Sinclair yang melukis burung gagak yang ia sadari sebagai cerminan dari dirinya sendiri,
Sincalir yang tanpa sengaja melukis wajah Demian dan sosok perempuan, dan pencarian Sinclair
terhadap Abraxas.
Pencarian
Sinclair terhadap Abraxas membawanya ke sebuah gereja. Ia bertemu seorang
pianis bernama Pistorius, yang memiliki nasib sama dengan Sinclair. Pistorius itu anak seorang pastur, dan ia memutuskan keluar dari hidup keluarganya dan memilih jalan hidupnya sendiri. Akhirnya Pistorius memberi tahu apa sebenarnya Abraxas itu dan membawa Sinclair pada sebuah pencerahan.
Setelah
lulus SMA, akhirnya Sinclair bertemu Demian dan bertemu Frau Eva, ibu Demian,
seseorang yang ada di dalam mimpinya. Sinclair mencintai Frau Eva dengan
segenap hatinya. Baik Frau Eva maupun Demian meyakinkan Sinclair untuk percaya
pada mimpinya, dan mempunyai pendirian. Setelah beberapa saat, Demian harus
meninggalkan Sinclair lagi, dengan memberikan ciuman dari Frau Eva yang dikirim
melalui Demian. Ketika Sinclair
bangun keesokan paginya dan bercermin, yang ia lihat adalah gambar dirinya yang sudah menemukan dunia terangnya sendiri.
Intinya, rasa
akan kehilangan itu membuat Demian menjadi diri sendiri dan percaya akan
mimpinya.
I recommend this book for you guys. Yang aku tulis ini tidak ada
apa-apanya, aku hanya mencoba menyalurkan betapa aku sangat menyukai karya
Hermann Hesse.
Herman Hesse sendiri merupakan seorang penyair, novelis, dan pelukis berkebangsaan Jerman-Swiss. Pada tahun 1946 Hesse menerima Nobel Kasusastraan. Karya terbaik Hesse yang terkenal lainnya yaitu Stephen Wolf, Siddhartha, dan The Glass Bead Game yang mengeksplorasi kisah pencarian spiritual individu.
Novel Demian ini termasuk novel berat karena mengandung gagasan cerita yang dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran filosofi, tentang pemberontakan dalam diri seseorang yang dipengaruhi oleh pemikirannya sendiri. Apalagi Hesse memang seseorang yang penuh dengan spiritual, dibuktikan ketika ibunya adalah seorang misionaris. Novel ini akan membuat pembacanya juga akan berpikir lebih dalam untuk memahami gagasan cerita. Apalagi saya sendiri membaca versi bahasa Inggris yang membuat saya benar-benar menguras otak. Pembawaan bahasanya juga sangat berbobot dan mengalir begitu saja. Saya rasa ini seperti mantra sihir, karena kata-katanya begitu memikat saya sebagai pembaca. Jadi seperti itulah novel Demian.
I don’t care with any
theory to breakdown what the story mean kayak blog sebelah. I just enjoy the story. And I always like the way Sinclair amazed to Demian.
“I kept
glancing toward Demian whose face held a peculiar fascination for me…, I
couldn't say that he made a favorable impression on me…, his manner too
provocatively confident, and his eyes gave him an adult expression…, etc.”
“I saw Demian's face and I not only
noticed that it was not a boy's face but a man's; I also felt or saw that it
was not entirely the face of a man either, but had something feminine about it,
too. Yet the face struck me at that moment as neither masculine nor childlike,
neither old nor young, but somehow a thousand years old, somehow timeless,
bearing the scars of an entirely different history than we knew; animals could
look like that, or trees, or planets--none of this did I know consciously, I
did not feel precisely what I say about it now as an adult, only something of
the kind. Perhaps he was handsome, perhaps I liked him, perhaps I also found
him repulsive, I could not be sure of that either. All I saw was that he was
different from us, he was like an animal or like a spirit or like a picture, he
was different, unimaginably different from the rest of us…, etc.”
Mencari Jati Diri (From Novel ‘Petir’ Karya Dee Lestari)
First of all, I’d like to introduce you about novel that I already mention on tittle of this article.
Novel Petir karya Dewi Dee Lestari, yaitu novel ketiga dari seri novel Supernova, setelah seri pertama (KPBJ) dan seri kedua (Akar). Novel Petir menceritakan kronologi seseorang dalam menemukan jati diri, yang intinya menemukan dan mencari jati diri itu:
Come from Emptiness
Ia adalah seseorang yang jiwanya terasa hampa, polos (belum mengetahui banyak hal) dan belum mengalami segala dimensi kehidupan. Ia bisa berasal dari hanya mengenal hal yang baik-baik saja, atau hanya mengenal hal yang buruk-buruk saja. Atau tidak mengenal dua-duanya, ia sekadar menyaksikan dan tidak mengalami sendiri. Hingga suatu saat ia penasaran dengan hal lain yang belum pernah ia alami, atau ia terpaksa menjalani hal lain yang belum pernah ia sentuh.
Dalam novel Petir, Elektra kecil diceritakan sebagai si bungsu pemalas yang jarang punya aksi. Bagi Elektra, hidup adalah duduk di bangku bioskop yang gelap menontoni kakaknya yang hiperaktif. Elektra pun harus memasuki era baru yang serba asing sejak ayahnya meninggal. Bahkan dunia tak lagi aman bagi Elektra yang tidak tahu apa-apa, ia dituntut mandiri (Dee, 2003).
Enjoying Proccess
Dalam Novel Petir, tentu saja Elektra yang tidak tahu apa-apa tentang hidup dan dipaksa untuk mandiri. Elektra hidup, tapi jiwanya mati karena tidak memiliki misi. Dan yang paling mengena untukku adalah, Elektra belum bekerja (menganggur) selama lima tahun sejak lulus menjadi sarjana ekonomi. She just enjoy proccess and just flow on it.
Menikmati proses bukan berarti tidak melakukan aktivitas, Elektra needs activity to kill the time. Sejak ayahnya meninggal, Elektra berusaha mempertahankan bangunan Toko Elektronik Kuno milik ayahnya yang tidak mengalami perkembangan. Padahal banyak pebisnis yang sering mengubungi Elektra untuk menyewa bangunan atau mengajaknya menjadi partner bisnis. Ia juga tidak bermaksud melanjutkan usaha pertokoan itu. Awalnya Elektra hanya membiarkan begitu saja dan sedikit mengecek administrasi toko. Ia hanya sedikit merenovasi dan membersihkan isi bangunan yang juga menjadi tempat tinggalnya. Hingga tanpa ia bayangkan ia menjadi korban keisengan surat panggilan kerja yang mengatasnamakan Sekolah Tinggi Ilmu Gaib Nasional (lol :-D), melakukan meditasi bersama pemilik toko obat, dan menjadi Elektra yang gila internet hingga menjadi pelanggan warnet kemudian jatuh sakit, dan yang akhirnya Elektra membuka warnet sendiri di rumahnya.
Finally She Knows
Semua proses yang telah dilalui, Elektra menjadi semakin berpengalaman dan memiliki relasi dengan orang lain. Dan dari pengalaman itu Elektra menjadi tahu cara menyikapi suatu permasalahan dan tahu apa yang ia inginkan.
Setelah Ekektra menjalani bisnis warnet bersama rekan-rekannya, ia baru menyadari terdapat potensi dalam dirinya yang dapat mengalirkan energi listrik. Sejak saat itu ia berinisiatif membuka klinik pengobatan alternatif. Itulah jati diri Elektra, menjadi perantara sebagai penyembuh.
Kalau dalam istilah bahasa inggris Life Must Go On itu benar. Kehidupan selalu berjalan jadi kita harus menikmati setiap proses yang ada, seperti yang Dee bilang juga, bahwa: “Ternyata hidup tidak mmebiarkan satu orang pun lolos untuk cuma jad penonton. Semua harus mencicipi ombak.”
Novel Petir karya Dewi Dee Lestari, yaitu novel ketiga dari seri novel Supernova, setelah seri pertama (KPBJ) dan seri kedua (Akar). Novel Petir menceritakan kronologi seseorang dalam menemukan jati diri, yang intinya menemukan dan mencari jati diri itu:
Come from Emptiness
Ia adalah seseorang yang jiwanya terasa hampa, polos (belum mengetahui banyak hal) dan belum mengalami segala dimensi kehidupan. Ia bisa berasal dari hanya mengenal hal yang baik-baik saja, atau hanya mengenal hal yang buruk-buruk saja. Atau tidak mengenal dua-duanya, ia sekadar menyaksikan dan tidak mengalami sendiri. Hingga suatu saat ia penasaran dengan hal lain yang belum pernah ia alami, atau ia terpaksa menjalani hal lain yang belum pernah ia sentuh.
Dalam novel Petir, Elektra kecil diceritakan sebagai si bungsu pemalas yang jarang punya aksi. Bagi Elektra, hidup adalah duduk di bangku bioskop yang gelap menontoni kakaknya yang hiperaktif. Elektra pun harus memasuki era baru yang serba asing sejak ayahnya meninggal. Bahkan dunia tak lagi aman bagi Elektra yang tidak tahu apa-apa, ia dituntut mandiri (Dee, 2003).
Enjoying Proccess
Dalam Novel Petir, tentu saja Elektra yang tidak tahu apa-apa tentang hidup dan dipaksa untuk mandiri. Elektra hidup, tapi jiwanya mati karena tidak memiliki misi. Dan yang paling mengena untukku adalah, Elektra belum bekerja (menganggur) selama lima tahun sejak lulus menjadi sarjana ekonomi. She just enjoy proccess and just flow on it.
Menikmati proses bukan berarti tidak melakukan aktivitas, Elektra needs activity to kill the time. Sejak ayahnya meninggal, Elektra berusaha mempertahankan bangunan Toko Elektronik Kuno milik ayahnya yang tidak mengalami perkembangan. Padahal banyak pebisnis yang sering mengubungi Elektra untuk menyewa bangunan atau mengajaknya menjadi partner bisnis. Ia juga tidak bermaksud melanjutkan usaha pertokoan itu. Awalnya Elektra hanya membiarkan begitu saja dan sedikit mengecek administrasi toko. Ia hanya sedikit merenovasi dan membersihkan isi bangunan yang juga menjadi tempat tinggalnya. Hingga tanpa ia bayangkan ia menjadi korban keisengan surat panggilan kerja yang mengatasnamakan Sekolah Tinggi Ilmu Gaib Nasional (lol :-D), melakukan meditasi bersama pemilik toko obat, dan menjadi Elektra yang gila internet hingga menjadi pelanggan warnet kemudian jatuh sakit, dan yang akhirnya Elektra membuka warnet sendiri di rumahnya.
Finally She Knows
Semua proses yang telah dilalui, Elektra menjadi semakin berpengalaman dan memiliki relasi dengan orang lain. Dan dari pengalaman itu Elektra menjadi tahu cara menyikapi suatu permasalahan dan tahu apa yang ia inginkan.
Setelah Ekektra menjalani bisnis warnet bersama rekan-rekannya, ia baru menyadari terdapat potensi dalam dirinya yang dapat mengalirkan energi listrik. Sejak saat itu ia berinisiatif membuka klinik pengobatan alternatif. Itulah jati diri Elektra, menjadi perantara sebagai penyembuh.
Kalau dalam istilah bahasa inggris Life Must Go On itu benar. Kehidupan selalu berjalan jadi kita harus menikmati setiap proses yang ada, seperti yang Dee bilang juga, bahwa: “Ternyata hidup tidak mmebiarkan satu orang pun lolos untuk cuma jad penonton. Semua harus mencicipi ombak.”
Dailylife Senior Level Student
Sebagai senior level student yang udah punya tiga adik angkatan, aku sadar kalo aku udah tua. Semester yang bakal jadi the last semester in my undergraduate level ini bakal sibuk sama yang namanya skripsian. Itu sih yang ada di bayangan aku. Tapi nyatanya minggu ini masih gabut aja, setelah sekitar dua minggu yang lalu ngajuin proposal n dapet dosbing. Terus iseng2 cari data sekaligus cari muka ke calon lokasi penelitian. 'cuz memang sudah sepakat sama dosen juga kalo bimbingan mulai minggu depan.
Move on dari kkn? It should be. Tapi nyatanya ada kebiasaan kkn yang kebawa sampe sekarang. Kadang juga dejavu sama kehidupan di posko kkn, terngiang sama berisiknya suara temen2 kkn. Mentang2 juga udah nggak ada kelas, semester ini pengennya main terus. Kayaknya ini juga salah satu efek kkn yang terlalu aku nikmati. Karena nggak ada yang ngajak main jadinya all day all night mainnya di media sosial. Cari jurnal n terjemahin artikel disambi sama streamingan, download lagu, n selancar di medsos. Waktu pulkam juga failed semua planning mainnya, akibat cuaca yang tidak bersahabat. Hujan setiap hari, alhasil cuma bisa ngopi2 di kafe sama menikmati saat2 terjebak hujan.
Pernah ngerasa bosan sama penampilan yang itu2 aja dari semester pertama sampai semester tua ini? Well, ya. Melihat junior level kadang ada yang penampilannya lebih tua dari aku. Kadang ngomong sendiri dalam hati, 'Dulu waktu semester ... aku nggak make up deh, aku nggak glamor gitu deh'. Nah dari situ tiba2 ada pemikiran, 'Mosok aku mau kelihatan sama kek adek tingkat yang pada dandan'. Nah sekarang aku mulai coba2 touch ini itu di wajah. Yang dari semester muda hanya apply pelembab, bedak, n lips ice. Nah semakin ke sini mulai apply lipstick n eye brow. Yang awalnya cuma tipis2, eh semakin ke sini makin berani malah. Tapi nggak sehari2 juga sih pake gituan. Cuma kalo lagi mood n ada acara tertentu aja (termasuk acara main n kencan).
Efek tuh efek. Udah semester tua yang pengennya juga kelihatan tua. Maksudnya biar nggak dikira mahasiswa angkatan bawah. Ato parahnya lagi malah dikira masih SMA. Kalo diperhatikan, after pulang dari kkn sebagian temen2 juga pada mulai dandan. Jadi nggak ngerasa aneh lah kalo aku juga lumayan tampil agak beda dari semester sebelumnya.
Move on dari kkn? It should be. Tapi nyatanya ada kebiasaan kkn yang kebawa sampe sekarang. Kadang juga dejavu sama kehidupan di posko kkn, terngiang sama berisiknya suara temen2 kkn. Mentang2 juga udah nggak ada kelas, semester ini pengennya main terus. Kayaknya ini juga salah satu efek kkn yang terlalu aku nikmati. Karena nggak ada yang ngajak main jadinya all day all night mainnya di media sosial. Cari jurnal n terjemahin artikel disambi sama streamingan, download lagu, n selancar di medsos. Waktu pulkam juga failed semua planning mainnya, akibat cuaca yang tidak bersahabat. Hujan setiap hari, alhasil cuma bisa ngopi2 di kafe sama menikmati saat2 terjebak hujan.
Pernah ngerasa bosan sama penampilan yang itu2 aja dari semester pertama sampai semester tua ini? Well, ya. Melihat junior level kadang ada yang penampilannya lebih tua dari aku. Kadang ngomong sendiri dalam hati, 'Dulu waktu semester ... aku nggak make up deh, aku nggak glamor gitu deh'. Nah dari situ tiba2 ada pemikiran, 'Mosok aku mau kelihatan sama kek adek tingkat yang pada dandan'. Nah sekarang aku mulai coba2 touch ini itu di wajah. Yang dari semester muda hanya apply pelembab, bedak, n lips ice. Nah semakin ke sini mulai apply lipstick n eye brow. Yang awalnya cuma tipis2, eh semakin ke sini makin berani malah. Tapi nggak sehari2 juga sih pake gituan. Cuma kalo lagi mood n ada acara tertentu aja (termasuk acara main n kencan).
Efek tuh efek. Udah semester tua yang pengennya juga kelihatan tua. Maksudnya biar nggak dikira mahasiswa angkatan bawah. Ato parahnya lagi malah dikira masih SMA. Kalo diperhatikan, after pulang dari kkn sebagian temen2 juga pada mulai dandan. Jadi nggak ngerasa aneh lah kalo aku juga lumayan tampil agak beda dari semester sebelumnya.
LPK Almost Done
Semarang (12/2) - Pada hari ke-25, mahasiswa Tim 1 KKN Undip 2016 Kelurahan Bandungan telah berhasil mengerjakan Laporan Pelaksanaan Kegiatan (LPK). LPK tersebut telah diperiksa oleh dosen pembimbing lapangan yang hadir langsung ke posko KKN yang berlokasi di Lingkungan Pendem (RW 03). Selain itu, dosen sekaligus memeriksa dan memberi tanda tangan pada lembar K1 dan K2 yang berisi catatan kegiatan lapangan untuk program multidisiplin dan monodisiplin.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ada beberapa bagian yang harus diadakan revisi. Dan hasil revisi dikirim via email pada tanggal 16 Februari 2016 untuk kemudian diperiksa kembali oleh dosen. Sementara hasil revisi akhir akan diperiksa dan diambil dalam bentuk hardfile oleh dosen pada tanggal 20 Februari 2016. Sedangkan penyerahan ke LPPM paling lambat setelah upacara penarikan KKN di universitas.
Salam 'Reportase Ala-Ala', guna mengisi kegabutan di posko, pasca 2 malam lembur bikin LPK...
Setelah dilakukan pemeriksaan, ada beberapa bagian yang harus diadakan revisi. Dan hasil revisi dikirim via email pada tanggal 16 Februari 2016 untuk kemudian diperiksa kembali oleh dosen. Sementara hasil revisi akhir akan diperiksa dan diambil dalam bentuk hardfile oleh dosen pada tanggal 20 Februari 2016. Sedangkan penyerahan ke LPPM paling lambat setelah upacara penarikan KKN di universitas.
Salam 'Reportase Ala-Ala', guna mengisi kegabutan di posko, pasca 2 malam lembur bikin LPK...
AUTODIDAK JUGA OKE
Kalau
menurut Albertheine Endah si gini, “sebab dengan menulis, saya nggak akan
kehabisan dunia. Selalu saya temukan ruang-ruang baru dengan sensasi
mendebarkan. Menulis adalah cara yang indah untuk memperbarui hatimu dan
memperluas cakrawala.”
Ada
lagi, kalau menurut Mbak Norma Keisya Avicenna di sebuah seminar kepenulisan,
“saya tidak ingin dikenang orang hanya dengan beberapa kata, yaitu nama, tempat
dan tanggal lahir, serta alamat yang nantinya tertulis di batu nisan. Melainkan
ingin dikenang dengan beribu-ribu kata yang ia tulis melalui sebuah buku.”
Mereka
semua mempunyai motivasi yang berbeda untuk menulis. Dan yang terpenting adalah
action. Karena menulis adalah proses
dan keterampilan. Jadi untuk menjadi seorang penulis, maka harus menulis. Terus
dari mana dan dengan siapa kita bisa belajar menulis?
Sebagaimana
yang sudah saya alami, saya belajar sendiri atau autodidak. Kok bisa? (Bisa dong. Kan yang bisa menulis bukan
hanya anak sastra).
Saya
mulai dengan menulis hal-hal kecil yang sepertinya tidak mutu, tapi tetap saya
tulis. Karena itu juga akan melatih kita cara merangkai kata dan kalimat.
Berlatih menuangkan gagasan dan ide.
Minat,
kegemaran, dan kebiasaan membaca juga nyumbang kita buat belajar menulis.
Karena secara tidak langsung otak kita akan terbiasa dengan tulisan-tulisan.
Jadi menulis pun tidak menjadi hal yang terlalu sulit.
Belajar
dari pengalaman. Seiring dengan kegiatan menulis, kita akan belajar bagaimana
cara membuat kalimat yang baik dan benar, sesuai dengan EYD. Karena setelah menulis, pastinya kita
membaca kembali tulisan kita. Dan kalo ada yang ganjil langsung kita revisi.
Nah, dari kesalahan itu kita bisa belajar.
Belajar
dari buku. Yap, karena buku adalah salah satu guru yang baik. Ketika saya
menulis, saya mempelajari buku-buku tentang kepenulisan yang dapat menunjang
kegiatan menulis saya. Kemudian saya praktikkan pada tulisan saya. Salah satu
buku yang sangat membantu saya menulis yaitu bukunya Winna Effendi yang berjudul
“Draft 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu”, dan bukunya Albertheine Endah yang
berjudul “Menulis Fiksi itu Seksi”. Selain itu, saya juga belajar dari internet
mengenai tips dan trik menulis fiksi.
BTW,
siang tadi saya juga habis mengikuti seminar kepenenulisan. Yang saya harapkan
dari seminar itu sih mengenai trik-trik dahsyat dalam menulis. Tapi toh materi
yang disampaikan pembicara sudah saya lalui, karena saya juga sedang konsen
menulis. Jadi yang saya dapatkan dari mereka adalah motivasi dan pengalaman
dalam menulis, karena buku mereka sudah best
seller.
Sebenarnya
berguru pada seseorang nggak kalah penting, jika kita memang ingin benar-benar
konsen dan serius menulis, serta ingin menjadi professional. Saya juga ingin
memiliki guru. Hehe…
Pada
intinya sih menulis itu berasal dari kemauan diri sendiri, bukan karena
paksaan. Jadi kita sendiri yang menggerakan mau di bawa ke mana ide, gagasan,
dan imajinasi yang ada di otak kita. Oleh karena itu perlu kita mulai dari
hal-hal yang kecil dulu dan mulai dari diri sendiri. So, keep writing…
Wanita yang Dituntut menjadi Dewasa
Hello,
Girls… Kamu wanita, kan? Kehidupan seorang wanita ketika beranjak dewasa akan
lebih rumit ketimbang saat masih remaja, apalagi anak-anak. Memang pada
dasarnya wanita dari dulu suka ribet dalam segala hal sih. Mereka sibuk dengan
diri sendiri, dengan perasaan dan sikapnya dalam menghadapi kehidupan. Sampai
mereka lupa kalau dalam hatinya membutuhkan kebahagiaan yang sederhana.
Setiap
wanita memang menginginkan hal terbaik untuk hidupnya. Jadi ketika mereka beranjak
dewasa, banyak tuntutan ini itu yang harus dipenuhinya. Keribetan macam apa
sih?
Penampilan. Penampilan adalah segalanya
bagi seorang wanita yang beranjak dewasa. Mereka tidak ingin disamakan dengan
dirinya ketika masih remaja. Alhasil, mereka sibuk belanja ke sana kemari untuk
memenuhi hasratnya berpenampilan dewasa. Pakaian, sepatu, tas, dan aksesoris
harus terlihat serasi dan extraordinary perfect.
Tak jarang mereka malah terkesan berlebihan sehingga pria menjadi minder atau
tidak nyaman dengan penampilannya. Seorang wanita tidak akan merasa cukup hanya
dengan sepuluh baju di lemarinya. Mereka berdedikasi setiap acara harus
memiliki baju yang berbeda, model yang berbeda, dan merk yang berbeda. Tapi
kadang mereka juga masih bingung harus memakai baju mana dan tas mana ketika
akan pergi. Jadi jangan heran jika setengah jam hanya digunakan untuk memilih
baju yang akan dipakai.
Padahal
saat masih anak-anak, mereka akan menerima baju apa pun yang dipakaikan oleh
orang tuanya. Mereka bahagia dengan baju yang dibelikan orang tua meskipun
tidak mahal dan bermerk, yang penting lucu dan nyaman dipakai.
Make up. Naluri wanita ingin selalu
tampil cantik di setiap kesempatan (kok kayak iklan kosmetik :-D). Memang benar
adanya. Ketika beranjak dewasa, mereka mulai mencoba menggunakan kosmetik ini
dan itu untuk mempercantik wajah, atau lebih tepatnya memoles wajah. Mereka
membutuhkan topeng bernama cantik agar membuat dirinya terlihat PD. Berbagai
macam cream dan bedak mereka poleskan ke wajah. Segala macam pensil (selain
pensil tulis) mereka apply untuk
mempertegas alis, mata, dan bibir. Pewarna bibir juga mereka anggap sebagai hal
yang tak boleh terlupakan. Parahnya mereka tidak hanya menggunakan satu lapis,
melainkan sampai tiga lapis. Dan mereka tidak puas hanya memiliki satu macam
warna. Mereka butuh berbagai macam warna pink dan merah untuk dipakai pada
kesempatan yang berbeda.
Padahal
saat masih anak-anak dan remaja, mereka sangat natural tanpa embel-embel
kosmetik manapun. Mereka tetap PD dengan bentuk alisnya yang alami. Dengan
warna bibirnya yang apa adanya. Mereka tidak takut menjadi coklat atau hitam
ketika bemain di bawah sinar matahari jadi tidak perlu memakai SPF. Tapi
sekarang? Ke mana pun mereka pergi harus memakai topeng.
Asmara. Menginjak usia dewasa,
biasanya wanita mulai diributkan soal asmara. Mereka akan menjadi semakin
mengerikan. Mereka akan khawatir jika saat itu belum mempunyai calon pasangan
hidup. Apalagi teman-teman mereka sudah mulai tunangan atau menikah. Mereka
akan semakin termotivasi dengan hal itu. Alhasil mereka caper ke sana kemari
dengan lawan jenis, sok-sok menghubungi teman lama dengan harapan bisa berubah
menjadi cinta. Atau minta teman untuk mencarikan pacar (comblang). Atau malah
sekalian minta dijodohkan karena frustasi. Dan untuk mereka yang sudah
mempunyai calon gandengan. Mereka akan cenderung mempertahankan atau masih
mencoba mencari yang lain. Alhasil, sikap mereka berubah menjadi mengerikan.
Menjadi mudah cemburu, suka menuntut dan over
protective karena takut pasangannya dibawa wanita lain. Mencoba selingkuh
dengan harapan selingkuhannya itu lebih baik, padahal belum tentu juga. Sehingga
terkadang dapat memicu terjadi perang dunia ketiga.
Padahal
saat anak-anak dan remaja, yang mereka tahu adalah cinta monyet (puppy love). Pacaran yang
tidak mempunyai ekspektasi ke depan, sehingga mengalir apa adanya. Mereka juga
bersahabat demi persahabatan tanpa mengubah ekspektasi apa pun.
Cita-cita dan ambisi. Semua wanita pasti
menginginkan dirinya untuk menjadi wanita yang sukses. Cita-cita dan ambisi
menjadi sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Mereka ingin bersungguh-sungguh
mewujudkan semua mimpinya. Hidupnya menjadi penuh dengan dedikasi. Semua usaha
dan upaya akan dilakukan. Mereka menjadi super sibuk dan rela jauh dari
keluarga. Sekolah, kursus, pelatihan, dan kerja. Secara bertahap mereka lalui. Di
langkah pertama yang mereka cari adalah kerja demi mendapatkan uang, jadi bisa
hidup mandiridan memenuhi semua kebutuhan yang selalu bertambah. That’s good
lah. Tapi kalo menjadi over ambisius, mereka hanya akan disibukkan dengan
urusan dunia tanpa bisa melihat sebuah makna dan keutuhan yang sebenarnya.
Padahal
saat masih anak-anak dan remaja, mereka cukup menyebutkan cita-citanya yang
setinggi langit tanpa harus memiliki ambisi. That’s all. Dan mereka bangga dengan cita-citanya yang belum menjadi kenyataan.
Persahabatan. Sebagian wanita menganggap
persahabatan adalah hal yang penting, tapi juga ada yang mengabaikan arti
persahabatan. Menurut wanita dewasa, sahabat adalah orang yang mempunyai
manfaat dan memiliki pengaruh positif dalam hidupnya. Mereka akan bersahabat
sangat akrab terhadap orang yang mempunyai kepentingan sama dan bermanfaat
untuk dirinya. Mereka akan terus mempererat persahabatan selama orang itu masih
berdampak dalam hidupnya. Namun jika orang itu sudah tidak mempunyai pengaruh,
persahabatan akan merenggang, tahu kabar sahabat saja sudah menjadi hal yang
oke untuk tetap dianggap sebagai sahabat.
Padahal
waktu masih anak-anak dan remaja, mereka benar-benar menggap seseorang sebagai
sahabat tanpa harus memiliki manfaat apa pun. Mereka akan saling merangkul dan
yang penting bisa bermain bersama.
Keluarga. Bagi wanita dewasa,
keluarga bukan satu-satunya pelindung. Mereka mulai percaya diri untuk hidup
mandiri tanpa harus dengan pantauan orang tua. Mereka yang sudah sibuk dengan
urusan pribadi kadang lupa dengan kabar keluarga, karena mereka lebih
mementingkan keluarga dan rekan. Terkadang mereka juga tidak ingin terlalu
menurut dengan aturan keluarga yang menurutnya tidak masuk akal. Mereka tidak
akan membiarkan keluarga menghalangi dirinya untuk meraih impian karena ambisi
tadi. Alhasil mereka menjadi lupa kalau do’a dan restu orang tua adalah
segalanya.
Padahal
saat masih anak-anak dan remaja, semua hidup mereka bergantung pada orang tua.
Bahkan mereka meminta orang tua untuk mengantar jemput sekolah karena belum
berani ke mana-mana sendiri. Mereka akan merasa aman jika dekat dengan orang
tua.
That’s all tentang kehidupan wanita
yang sedang beranjak dewasa. Setiap orang pasti berubah seiring dengan
pengalaman hidupnya. Di tengah-tengah kehidupannya yang serius dan kaku ada
kalanya mereka juga perlu mengingat masa anak-anak yang penuh dengan keceriaan
dan kepolosan. Karena di sana ada kebahagiaan yang sederhana dan tidak perlu
pura-pura.
NOVEMBER RAIN
During dry season, it seems like no a day without
feeling hot and hot. Begin April to this month, sky under Semarang City
always feel like burn upper leather. It doesn’t mean that it used to be not hot.
But dry season this time is really hot extraordinary.
On August, I
spend my time to live in kaligawe to do my job training in Unissula. I
still be understanding of a situation about the weather that more hot than
Tembalang. Kaligawe is a suburban area of Semarang, closer to the sea, toll-road, factory and industrial area. Quantity smoke of vehicle and factory
contribute pollution and increase temperature. Different with Tembalang that
locate in upstairs of Semarang. Moreover in Undip, green campus that still grow
many trees.
On September I come back to Tembalang with hopeful
that I can feel fresh weather and temperature not too hot. First and second week
temperature still feel good. But the next week start to feel more hot. The
grasses that still green before, change running dry. And the ground start seen
infertile. So campus of Undip land become dry. Fortunately, not burning like
happen in Kalimantan and Sulawesi that cause smoky sky. Moreover, the well in society
village is begin running dry. So it happen in my boarding house, until the
owner of the house appeal to be wise when spend limited water.
Back to temperature. Between morning,
noon and night no different. Always feel
hot and hot, with temperatures
between 32 to 36
degrees Celsius. From
waking up to going to bed again
always in with the body feels sticky due to frequent
sweating. Fortunately, the course room facility wit air-conditioner that can reduce heartburn. Can
not imagine if college is not in the air-conditioned
space, might be during college simply
preoccupied with the
fans. Outside activities college also still
pursued to air-conditioned room, for
example the library. In the dry season that feel hot like this,
the library is one suitable place to “ngadem” because usually
equipped with air conditioning with temperatures cold enough.
Indeed, the
day felt longer than the night. Five in the morning had started brightly as
six, and five in
the afternoon also seemed still
like three o’clock. While eight o'clock the
sun began to rise and was hot. Sometimes it feels
lazy to get out collage
because the heat of the sun. Not even dare go
out without the use of protective
skin, aka afraid to be really ten-skin.
So if you want to leave the campus to wear sunblock
or sun screen at
least an SPF 17 to 30.
Almighty of Allah. First week in November bring many
bless. Finally the rain comes. But it is not the rain actually, just mizzle or
light rain. It happen about five minutes only. And not give many effect to the
ground and weather. So I still feel hot like I used to be. But, yesterday
and today is so something for me. Towards Maghrib time, finally rain fall heavily
enough. The rain fall around three hours. Not bad. I think it is enough to make
the ground become wet. And plant feel fresh. And so I am feel fresh, not feel hot
enough.
Oh, give thanks to Allah. I hope this November is
closing of dry season. And beginning for rainy monsoon. I love rain so much
when it fall in the night. I love the smell of rain. I love the sounds of rain that fall in tiled-roof and
tiled pavement. Because I don’t need to listen other sound that I won’t. And I
can thinking clearly on my own, take concentration, and feeling comfortable. And
I hope my earth become more fresh and cold. Thanks God for this November rain.
(Note: this is the first time I post in English. I still study English. I aware that my English is BERANTAKAN LUAR BIASA. So, if you read this post, i hope you understand and want to help me study English)
Langganan:
Postingan (Atom)
Cari Blog Ini
Wellcome to my blog....
Tulisan dalam blog ini adalah hasil pemikiran, renungan, imajinasi, dan filterisasi di bawah otak sadar saya. Saya sadar makanya saya dapat menulis. Kalo tidak sadar, maka saya tidak dapat menulis. Karena "scribo, ergo sum". Well, happy reading,guys... ^_^
About Me
- lilinzhu.blogspot.com
Ingkang Sowan
Labels
- Celoteh
- Inspiration
- Kpop
- Library Science
- Motivation
- Review
- Short Story
- Teknologi
Time
Popular Posts
-
Salah satu selebgram cantik yang terkenal dengan editan fotonya yang WOW yaitu Nabila Zirus. Selebgram hijab yang mempunyai gaya kekinian da...
-
TEMA Tema utama novel “Nayla” karya Djenar Maesa Ayu ini adalah pemberontakan wanita terhadap tekanan batinnya. Tema ini menggambarka...
-
Bagi penggemar Novel Supernova karya Dee Lestari pasti tahu kalau di setiap awal cerita terdapat syair pembuka. Bisa dibilang sih seperti pr...
-
Satu lagi drama korea yang lagi booming di kalangan pecinta KPop. ‘Descendants of the Sun’. Drama yang baru selesai tayang 22 April 2016...
-
Novel Demian masih karya Hermann Hesse terbit tahun 1919 dan masih kategori novel filosofi, yaitu tentang cerita masa muda Emil Sinclair da...
-
Bagi orang awam yang belum mengetahui Jurusan Ilmu Perpustakaan, mungkin banyak yang bertanya tentang jurusan ini. Apa saja pertanyaan ...
-
Sinopsis: “Menunaikan ikrar mereka untuk berkarya bersama, pasangan Dimas dan Reuben mulai menulis roman yang diberi judul Kesatria,...
-
During dry season, it seems like no a day without feeling hot and hot. Begin April to this month, sky under Semarang City always...
-
Hello, Girls… Kamu wanita, kan? Kehidupan seorang wanita ketika beranjak dewasa akan lebih rumit ketimbang saat masih remaja, apalagi ana...
-
Novel “If I Stay” karya Gayle Forman sudah diangkat ke dalam film layar lebar pada tahun 2014, sementara novelnya sudah terbit tahun 2009. W...
Followers
Blogger templates
DiaryNotebook



