Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan

Youth Generation for Our Best Education (Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2017)

Generasi Muda Indonesia! Kau harus mau dididik, dan mendidik kemudian
Kau harus berpendidikan agar menjadi generasi muda yang cerdas dan berilmu
Teruslah belajar hingga menjadi kebanggaan negara, atau minimal untuk dirimu sediri
Jangan pernah berhenti untuk menjadi seorang pejuang hidup

Selamat Hari Pendidikan Nasional :-)

Perjuangan Tiada Berujung (Hari Buruh Internasional 1 Mei 2017)

Menurut KBBI elektronik, Buruh adalah orang yang bekerja untuk orang lain dengan mendapat upah. Atau dengan kata lain, buruh adalah seorang pekerja (worker).

Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa kata buruh berarti seorang pekerja dengan pekerjaan kasar atau pekerjaan rendahan. Namun jika ditinjau dari pengertian buruh sendiri, buruh dapat diartikan secara lebih luas. Semua orang yang bekerja untuk mendapat upah berarti buruh, termasuk juga pegawai negeri maupun pegawai swasta, baik yang berada di posisi top level, middle level, maupun low level.

Bekerja untuk orang lain atau bekerja di bawah tekanan orang lain bukanlah hal yang mudah. Mereka memiliki tanggung jawab terhadap semua tugas yang terkait dengan peran dalam bidang kerja masing-masing. Mereka berusaha menjalankan perintah, mematuhi peraturan dan menerima tekanan kerja. Tak jarang dari mereka yang sudah bekerja dengan baik tapi tidak mendapat apresiasi. Tak jarang dari mereka yang bekerja dengan jam kerja tinggi tapi mendapat gaji kecil. Dan tak jarang pula dari mereka yang memiliki kesetiaan pada instansi tapi berujung pada ketidakadilan, seperti PHK.
Pihak atasan kadang tak berdaya ketika keadaan perusahaan sedang lemah. Tak ada pilihan lain selain melakukan PHK terhadap sebagian karyawan. Masih mending ketika mereka mendapat upah terakhir dari perusahaan. Tapi bagaimana jika mereka tidak mendapat upah terakhir? Melakukan demonstrasi? Mereka yang merupakan karyawan dari level bawah yang tidak mempunyai pihak pembela pastinya akan kalah juga. Mereka pasti juga tak punya daya ketika keadaan membuat mereka lagi-lagi harus menerima.

Bagaimana dengan orang-orang yang bekerja di jajaran pemerintahan? Jajaran orang-orang yang mempunyai kekuasaan dan wewenang, yang katanya bekerja untuk rakyat? Akankah mereka menjadi pihak pembela yang kuat? Nyatanya, lihatlah mereka yang melakukan demonstrasi di depan gedung istana negara Mereka memprotes kebijakan upah minimum kerja. Mereka berharap ada seseorang di dalam gedung istana akan memikirkan nasib para kaum buruh.

Apa yang akan kaum buruh lakukan selanjutnya? Tentu saja mereka akan tetap berjuang, bekerja, dan mencari uaph. Terus begitu seperti roda yang berputar. Kerasnya hidup membuat mereka terus berjuang mencari upah. Banting tulang, peras keringat pun mereka lakukan, tak peduli sampai darah mengalir dan air mata berderai. Intinya mereka berusaha menggebuk kerasnya hidup. Seperti halnya buku A. Fuadi yang berjudul ‘Hidup itu Keras, maka Gebuglah!’. Artinya mereka harus tetap menghadapi segala cobaan hidup. Ya. Karena ini adalah hidup. Mereka harus tetap berjalan mengikuti arus kehidupan. Makanya perjuangan itu tiada ujungnya. Ujung perjuangan adalah kematian, yang mana kehidupan fana telah berhenti.

Selamat hari buruh internasional, guys… Dan kau para Freshgraduate, selamat datang di dunia buruh J


Lost to Find #2 (From ‘Demian’ Novel by Hermann Hesse)

Novel Demian masih karya Hermann Hesse terbit tahun 1919 dan masih kategori novel filosofi, yaitu tentang cerita masa muda Emil Sinclair dalam pencarian jati diri serta perkembangan psikologinya.

Dalam novel Demian, Emil Sinclair kecil adalah seorang murid laki-laki yang berasal dari keluarga baik-baik, dan penuh kehangatan. Namun dia sendiri merasa berbeda dengan keluarganya, dunia yang penuh dengan cahaya. Ia merasa seharsusnya berada di dunia yang gelap dan penuh hal-hal buruk.

Sinclair kecil memiliki hasrat ingin diterima oleh pergaulan. Saat pertengahan liburan ia mulai bermain dengan Franz Kromer, anak laki-laki yang mempunyai perangai buruk. Sinclair memulai pertemanan dengan membuat cerita bohong, yang ia yakini Kromer akan menyukai cerita itu dan menganggap dirinya gagah. Sayangnya Kromer dan teman-temannya mulai memanfaatkan cerita bohong Sinclair. Kromer pun menakuti Sinclair dengan ancaman, dan Kromer sering menggoda dengan membuat siulan di sekitar Sinclair. Sinlclair ketakutan hingga pura-pura sakit agar tidak pergi sekolah dan bertemu Kromer. Sinclair juga memberi upeti agar Kromer tidak melaporkan pada polisi atau keluarganya.

Masalah Sinclair dan Kromer mereda ketika ia bertemu dengan murid baru bernama Max Demian. Seorang murid yang berbeda dari anak-anak pada umumnya. Dia memiliki perawakan yang dewasa dan aura kejantanan. Akhirnya Mereka berdua berteman. Sinclair pun menjadikan Demian sebagai panutan karena Demian sering memberi mimbingan dan petunjuk-petunjuk.

Ketika beranjak dewasa, Sinclair semakin jarang bertemu Demian, setelah selama sekolah Demian bercerita kisah Cain and Abel (Kabil dan Habil), mereka bertemu kembali di gereja dan Demian banyak bicara mengenai The God and The Devil, dan di bar saat Sinclair sedang mabuk karena banyak minum wine. Sinclair kembali ditinggal oleh Demian. Dan Sinclair yang tanpa Demian, ia menjadi pemabuk, kasar, semakin tidak mempunyai aturan karena ia memutuskan untuk tidak tinggak di rrumah, Sinclair yang bertemu Beatrice dan jatuh cinta, Sinclair yang mengalami mimpi adsurb, Sinclair yang melukis burung gagak yang ia sadari sebagai cerminan dari dirinya sendiri, Sincalir yang tanpa sengaja melukis wajah Demian dan sosok perempuan, dan pencarian Sinclair terhadap Abraxas.

Pencarian Sinclair terhadap Abraxas membawanya ke sebuah gereja. Ia bertemu seorang pianis bernama Pistorius, yang  memiliki nasib sama dengan Sinclair. Pistorius itu anak seorang pastur, dan ia memutuskan keluar dari hidup keluarganya dan memilih jalan hidupnya sendiri.  Akhirnya Pistorius memberi tahu apa sebenarnya Abraxas itu dan membawa Sinclair pada sebuah pencerahan.

Setelah lulus SMA, akhirnya Sinclair bertemu Demian dan bertemu Frau Eva, ibu Demian, seseorang yang ada di dalam mimpinya. Sinclair mencintai Frau Eva dengan segenap hatinya. Baik Frau Eva maupun Demian meyakinkan Sinclair untuk percaya pada mimpinya, dan mempunyai pendirian. Setelah beberapa saat, Demian harus meninggalkan Sinclair lagi, dengan memberikan ciuman dari Frau Eva yang dikirim melalui Demian. Ketika Sinclair bangun keesokan paginya dan bercermin, yang ia lihat adalah gambar dirinya yang sudah menemukan dunia terangnya sendiri.

Intinya, rasa akan kehilangan itu membuat Demian menjadi diri sendiri dan percaya akan mimpinya.
I recommend this book for you guys. Yang aku tulis ini tidak ada apa-apanya, aku hanya mencoba menyalurkan betapa aku sangat menyukai karya Hermann Hesse. 

Herman Hesse sendiri merupakan seorang penyair, novelis, dan pelukis berkebangsaan Jerman-Swiss. Pada tahun 1946 Hesse menerima Nobel Kasusastraan. Karya terbaik Hesse yang terkenal lainnya yaitu Stephen Wolf, Siddhartha, dan The Glass Bead Game yang mengeksplorasi kisah pencarian spiritual individu.

Novel Demian ini termasuk novel berat karena mengandung gagasan cerita yang dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran filosofi, tentang pemberontakan dalam diri seseorang yang dipengaruhi oleh pemikirannya sendiri. Apalagi Hesse memang seseorang yang penuh dengan spiritual, dibuktikan ketika ibunya adalah seorang misionaris. Novel ini akan membuat  pembacanya juga akan berpikir lebih dalam untuk memahami gagasan cerita. Apalagi saya sendiri membaca versi bahasa Inggris yang membuat saya benar-benar menguras otak. Pembawaan bahasanya juga sangat berbobot dan mengalir begitu saja. Saya rasa ini seperti mantra sihir, karena kata-katanya begitu memikat saya sebagai pembaca. Jadi seperti itulah novel Demian.

I don’t care with any theory to breakdown what the story mean kayak blog sebelah. I just enjoy the story. And I always like the way Sinclair amazed to Demian.

“I kept glancing toward Demian whose face held a peculiar fascination for me…, I couldn't say that he made a favorable impression on me…, his manner too provocatively confident, and his eyes gave him an adult expression…, etc.”


“I saw Demian's face and I not only noticed that it was not a boy's face but a man's; I also felt or saw that it was not entirely the face of a man either, but had something feminine about it, too. Yet the face struck me at that moment as neither masculine nor childlike, neither old nor young, but somehow a thousand years old, somehow timeless, bearing the scars of an entirely different history than we knew; animals could look like that, or trees, or planets--none of this did I know consciously, I did not feel precisely what I say about it now as an adult, only something of the kind. Perhaps he was handsome, perhaps I liked him, perhaps I also found him repulsive, I could not be sure of that either. All I saw was that he was different from us, he was like an animal or like a spirit or like a picture, he was different, unimaginably different from the rest of us…, etc.”

Lost to Find #1 (From ‘Siddhartha’ Novel by Hermann Hesse)

Novel Siddhartha karya Hermann Hesse terbit tahun 1922, dan merupakan kategori novel fiksi, nonfiksi, human science, dan filosofi. Well, novel ini masih kategori novel filosofi yang intinya tentang pencarian jati diri individu.

Novel ini menceritakan Siddhartha yang merupakan anak seorang Brahman, keluarga bangsawan yang sangat religius dan dihormati. Ia menjalani kehidupan berdasarkan ajaran agama, menjadi panutan, memberi ketenteraman dan pencerahan bagi rakyat jelata. Tapi sebenarnya ia merasa hampa. Ia pun pergi ke dalam hutan dalam misi menjadi seorang Samana atau kalau dalam Islam menjadi seorang Sufi. Untuk menjadi Samana dia harus meninggalkan rumah, keluarga, teman (termasuk meninggalkan Govinda yang sama-sama ingin menjadi Samana pula), dan semua kesenangan dunia lainnya. Di dalam hutan ia melakukan meditas,i menyatu dengan alam, memakai kain yang merupakan pakainnya, dan makan hanya jika diperlukan. Hingga akhirnya ia benar-benar mencapai Samana.

Namun, tiba-tiba ia memutuskan keluar dari hutan dengan bantuan seorang perahu, mengejar dunia fana, hingga ia kehilangan ke-Samana-annya. Di kehidupan dunia fananya, Siddhartha bertemu Kamala seorang pelacur, menjadi seorang saudagar kaya, mempunyai rumah yang mewah dengan beberapa pelayan, menjadi seorang penjudi, pemabuk. Hingga akhirnya ia kehilangan semua masa kejayannya sebagai manusia fana, menjadi seseorang yang bangkrut, tak memiliki rumah, teman, tak ada pelayan, bahkan tak memiliki pakaian maupun uang. Intinya hidup Siddhartha adalah sebuah sansara.

Dalam hati Siddhartha masih mengingat bahwa ia dulu seorang samana. Ia ingat bagaimana ia keluar dari hutan, dan ia pun kembali ke hutan dengan menemui tukang perahu. Dalam perjalanan menyeberang danau ia takjub kepada tukang perahu yang ternyata masih mengingat Siddhartha yang dulu adalah samana. Siddhartha memutuskan untuk belajar dari tukang perahu, hingga ia bertemu dengan anak laki-laki hasil hubungan dengan Kamala yang sudah meninggal. Siddhartha pun melepas sang anak laki-laki karena kehadiran Siddhartha tidak pernah diterima.

Siddhartha pun menjadi tukang perahu menggantikan tukang perahu sebelumnya yang berniat menjadi Samana seperti Siddhartha dulu. Dan sebuah kata ‘OM’ yang dilantunkan Govinda menyadarkan Siddhartha dari keterpurukannya. Akhirnya Siddhartha kembali terlahir menjadi orang suci, yang Govinda sadari bahwa Siddhartha terlahir menjadi Budha.

Well, begitulah singkat ceritanya.

Betapa Siddhartha yang selalu melepas dan kehilangan semua kemapanan dan kesenangan hidup, mempelajari dan mengambil hikmah di setiap babak kehidupan, bahkan ia banyak belajar dari alam, hingga ia menemukan dirinya menjadi orang yang suci. Pemberontakan yang dilakukan Siddhartha ketika telah mencapai Samana bukan semata-mata tanpa hikmah. Itu adalah bagian dari proses tentang kesadaran diri. Untuk melakukan sebuah kesadaran seseorang juga perlu membuat kesalahan kan? Setelah itu ia akan benar-benar mengerti jati dari sebuah kesalahan.

Novel Siddhartha ini penuh dengan perjalanan spiritual, mungkin bisa dijadikan pedoman juga untuk hidup kita. Bahwa materi yang bersifat keduniaan sebenarnya tidak banyak memberi arti, karena pada akhirnya materi itu juga akan ditinggalkan nantinya. Ini membuat saya sadar akan hidup sederhana dan tidak terlalu mengagungkan materi.


That’s all. And I recommend this book for you.

Mencari Jati Diri (From Novel ‘Petir’ Karya Dee Lestari)

First of all, I’d like to introduce you about novel that I already mention on tittle of this article.
Novel Petir karya Dewi Dee Lestari, yaitu novel ketiga dari seri novel Supernova, setelah seri pertama (KPBJ) dan seri kedua (Akar). Novel Petir menceritakan kronologi seseorang dalam menemukan jati diri, yang intinya menemukan dan mencari jati diri itu:

Come from Emptiness
Ia adalah seseorang yang jiwanya terasa hampa, polos (belum mengetahui banyak hal) dan belum mengalami segala dimensi kehidupan. Ia bisa berasal dari hanya mengenal hal yang baik-baik saja, atau hanya mengenal hal yang buruk-buruk saja. Atau tidak mengenal dua-duanya, ia sekadar menyaksikan dan tidak mengalami sendiri. Hingga suatu saat ia penasaran dengan hal lain yang belum pernah ia alami, atau ia terpaksa menjalani hal lain yang belum pernah ia sentuh.

Dalam novel Petir, Elektra kecil diceritakan sebagai si bungsu pemalas yang jarang punya aksi. Bagi Elektra, hidup adalah duduk di bangku bioskop yang gelap menontoni kakaknya yang hiperaktif. Elektra pun harus memasuki era baru yang serba asing sejak ayahnya meninggal. Bahkan dunia tak lagi aman bagi Elektra yang tidak tahu apa-apa, ia dituntut mandiri (Dee, 2003).

Enjoying Proccess
Dalam Novel Petir, tentu saja Elektra yang tidak tahu apa-apa tentang hidup dan dipaksa untuk mandiri. Elektra hidup, tapi jiwanya mati karena tidak memiliki misi. Dan yang paling mengena untukku adalah, Elektra belum bekerja (menganggur) selama lima tahun sejak lulus menjadi sarjana ekonomi. She just enjoy proccess and just flow on it. 

Menikmati proses bukan berarti tidak melakukan aktivitas, Elektra needs activity to kill the time. Sejak ayahnya meninggal, Elektra berusaha mempertahankan bangunan Toko Elektronik Kuno milik ayahnya yang tidak mengalami perkembangan. Padahal banyak pebisnis yang sering mengubungi Elektra untuk menyewa bangunan atau mengajaknya menjadi partner bisnis. Ia juga tidak bermaksud melanjutkan usaha pertokoan itu. Awalnya Elektra hanya membiarkan begitu saja dan sedikit mengecek administrasi toko. Ia hanya sedikit merenovasi dan membersihkan isi bangunan yang juga menjadi tempat tinggalnya. Hingga tanpa ia bayangkan ia menjadi korban keisengan surat panggilan kerja yang mengatasnamakan Sekolah Tinggi Ilmu Gaib Nasional (lol :-D), melakukan meditasi bersama pemilik toko obat, dan menjadi Elektra yang gila internet hingga menjadi pelanggan warnet kemudian jatuh sakit, dan yang akhirnya Elektra membuka warnet sendiri di rumahnya.

Finally She Knows
Semua proses yang telah dilalui, Elektra menjadi semakin berpengalaman dan memiliki relasi dengan orang lain. Dan dari pengalaman itu Elektra menjadi tahu cara menyikapi suatu permasalahan dan tahu apa yang ia inginkan.

Setelah Ekektra menjalani bisnis warnet bersama rekan-rekannya, ia baru menyadari terdapat potensi dalam dirinya yang dapat mengalirkan energi listrik. Sejak saat itu ia berinisiatif membuka klinik pengobatan alternatif. Itulah jati diri Elektra, menjadi perantara sebagai penyembuh.

Kalau dalam istilah bahasa inggris Life Must Go On itu benar. Kehidupan selalu berjalan jadi kita harus menikmati setiap proses yang ada, seperti yang Dee bilang juga, bahwa: “Ternyata hidup tidak mmebiarkan satu orang pun lolos untuk cuma jad penonton. Semua harus mencicipi ombak.”

Kau (Para Pejuang Ilmu) Bersemangatlah!

Semua tidak ada yang mudah, karena semua butuh proses belajar
Semua tidak ada yang sama, karena hidup ini penuh dengan hal2 yang dinamis
Dan semua tidak ada yang terus menerus terasa enak, karena hidup bagai roda yg berputar, kadang di bawah kadang di atas atau kadang di tengah2nya
Begitu juga saat berproses dalam menuntut ilmu
Ilmu itu harus dicari, makanya banyak para mahasiswa yang merantau ke luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri
Semua itu demi ilmu, tak peduli seberapa jauhnya jarak yang harus ditempuh
Dalam hadits disebutkan, 'Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina.'
Jelas sekali dalam hadits itu diterangkan kalau intinya,menuntut ilmu tidak selamanya harus di lingkungan sendiri
Juga harus pantang menyerah dalam mencapai ilmu itu sendiri

Meskipun tidak sampai ke negeri Cina, setidaknya telah kujalani untuk belajar dengan keluar dari lingkungan tempat tinggal sendiri, demi konsentrasi ke  bidang Ilmu Perpustakaan
Senang sedih, enak nggak enak, bosan / semangat, Sampai mengeluarkan pun sudah aku lalui semua sampai berulang2
Disaat sedang galau mengerjakan skripsi, di sisi lain juga jenuh menjalani perkuliahan, di sisi lain lagi juga ingin cepat kerja
Tiba2 seorang teman mengirim pesan melalui akun line yang isinya subhanallah banget bisa menyadarkan aku n mengingatkan aku untuk selalu bersyukur
Saat itu hari Jumat, 22 April 2016 sekitar pukul 17.20
Berikut isi pesannya:

"Mungkin diantara kita saat ini..
ada yang mulai stres diburu tugas,
ada yang di tengah-tengah ujian,
ada yang sedang sibuk menyusun skripsi,
ada yang sedang di fase koass,
dan sebagainya..

lelah? pasti.
tapi ingatlah bahwa tidak ada hal yang sia-sia dalam sebuah usaha untuk belajar.
maknailah bahwa setiap tetes keringat akan dibalasNya dengan manfaat yg besar di masa depan..

dan, jangan lupa bersyukur..
banyak orang di luar sana yang memimpikan berlelah-lelah dalam belajar seperti ini, tapi mungkin belum berkesempatan..

nikmatilah, maknailah, bersyukurlah.. lelahmu akan hilang seketika kau sejenak beristirahat, tapi ilmu yang kau dapatkan akan kau bawa sampai nanti..

apapun disiplin ilmunya, bersemangatlah, tak ada ilmu yang tak berharga selama tidak melanggar syariat..

"Bersemangatlah atas apa yang bermanfaat bagimu, meminta tolonglah pada Allah, dan jangan merasa lemah"
(HR. Muslim)

Imam syafi'i pernah berkata :
"Jika kau tak tahan lelahnya belajar, maka bersiaplah menanggung perihnya kebodohan"

pemuda muslim haruslah cerdas, mengapa? tak rindukah kita dengan kebangkitan islam oleh pemuda2nya yang menjunjung ilmu dan agamanya? :")

"Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan"
(Al-Mujadilah : 11)

Masihkah kita mengeluh wahai saudaraku?
semoga Allah senantiasa meneguhkan kita dalam berjuang :") .

Dari @medislam_


Semoga bermanfaat dan pengingat buat kita semua..."

Dahsyat ya pesannya meskipun copas dari medsos, tapi itulah gunanya medsos

Setelah mendapat pesan itu, aku mulai merenung
Mungkin jika aku tidak kuliah, aku bisa jadi sudah menikah dengan orang yang entahlah.... (waktu sekolah aku nggak pernah sekalipun pacaran, nggak penting juga)
Ato bisa jadi aku malah kerja ke luar negeri jadi TKW/ TKI ngikutin jejak sang kakak
Padahal kakakku sendiri pernah pesan, jangan sampai aku kerja kek gitu

Sudah sepantasnya aku bersyukur dengan semua ini
Di luar sana banyak yang ingin kuliah tapi terkendala biaya ato memang belum rezekinya diterima
Lebih bersyukur lagi bisa masuk ke salah satu PTN ternama
Dan lagi lagi harus lebih bersyukur karena bisa masuk dengan melalui tes terrulis tingkat nasional, setidaknya tidak perlu mengikuti tes mandiri yang jatuhnya biaya kulianya juga lebih mahal

Yang pasti ilmu yang telah aku capai nanti diharapkan  akan bermanfaat untuk masa depan

AUTODIDAK JUGA OKE




Menjadi penulis adalah salah satu impian yang sekarang sudah populer di banyak orang. Termasuk saya. Alasan saya menulis (khususnya fiksi) karena saya ingin mempunyai sesuatu yang bisa dibanggakan di kemudian hari kelak. Saya juga ingin menghibur orang melalui tulisan saya, karena saya bukan tipe orang yang pandai bicara. Makanya saya ungkapkan melalui tulisan. Saya juga merasa memiliki potensi menjadi penulis karena otak saya suka berimajinasi mengenai sebuah cerita. Jadi sayang kalau tidak di-eksplisit-kan. Ide kan bisa menjadi sesuatu yang sangat mahal.
 
Kalau menurut Albertheine Endah si gini, “sebab dengan menulis, saya nggak akan kehabisan dunia. Selalu saya temukan ruang-ruang baru dengan sensasi mendebarkan. Menulis adalah cara yang indah untuk memperbarui hatimu dan memperluas cakrawala.”

Ada lagi, kalau menurut Mbak Norma Keisya Avicenna di sebuah seminar kepenulisan, “saya tidak ingin dikenang orang hanya dengan beberapa kata, yaitu nama, tempat dan tanggal lahir, serta alamat yang nantinya tertulis di batu nisan. Melainkan ingin dikenang dengan beribu-ribu kata yang ia tulis melalui sebuah buku.”

Mereka semua mempunyai motivasi yang berbeda untuk menulis. Dan yang terpenting adalah action. Karena menulis adalah proses dan keterampilan. Jadi untuk menjadi seorang penulis, maka harus menulis. Terus dari mana dan dengan siapa kita bisa belajar menulis?

Sebagaimana yang sudah saya alami, saya belajar sendiri atau autodidak. Kok bisa? (Bisa dong. Kan yang bisa menulis bukan hanya anak sastra). 

Saya mulai dengan menulis hal-hal kecil yang sepertinya tidak mutu, tapi tetap saya tulis. Karena itu juga akan melatih kita cara merangkai kata dan kalimat. Berlatih menuangkan gagasan dan ide.

Minat, kegemaran, dan kebiasaan membaca juga nyumbang kita buat belajar menulis. Karena secara tidak langsung otak kita akan terbiasa dengan tulisan-tulisan. Jadi menulis pun tidak menjadi hal yang terlalu sulit.
Belajar dari pengalaman. Seiring dengan kegiatan menulis, kita akan belajar bagaimana cara membuat kalimat yang baik dan benar, sesuai dengan  EYD. Karena setelah menulis, pastinya kita membaca kembali tulisan kita. Dan kalo ada yang ganjil langsung kita revisi. Nah, dari kesalahan itu kita bisa belajar.

Belajar dari buku. Yap, karena buku adalah salah satu guru yang baik. Ketika saya menulis, saya mempelajari buku-buku tentang kepenulisan yang dapat menunjang kegiatan menulis saya. Kemudian saya praktikkan pada tulisan saya. Salah satu buku yang sangat membantu saya menulis yaitu bukunya Winna Effendi yang berjudul “Draft 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu”, dan bukunya Albertheine Endah yang berjudul “Menulis Fiksi itu Seksi”. Selain itu, saya juga belajar dari internet mengenai tips dan trik menulis fiksi.






BTW, siang tadi saya juga habis mengikuti seminar kepenenulisan. Yang saya harapkan dari seminar itu sih mengenai trik-trik dahsyat dalam menulis. Tapi toh materi yang disampaikan pembicara sudah saya lalui, karena saya juga sedang konsen menulis. Jadi yang saya dapatkan dari mereka adalah motivasi dan pengalaman dalam menulis, karena buku mereka sudah best seller.

Sebenarnya berguru pada seseorang nggak kalah penting, jika kita memang ingin benar-benar konsen dan serius menulis, serta ingin menjadi professional. Saya juga ingin memiliki guru. Hehe…

Pada intinya sih menulis itu berasal dari kemauan diri sendiri, bukan karena paksaan. Jadi kita sendiri yang menggerakan mau di bawa ke mana ide, gagasan, dan imajinasi yang ada di otak kita. Oleh karena itu perlu kita mulai dari hal-hal yang kecil dulu dan mulai dari diri sendiri. So, keep writing…





OBSESI DANGKAL






Tatapan matamu masih kosong. Menerawang ke awang-awang membayangkan kehidupan orang lain yang kau inginkan. Memang indah. Kau akan merasa senang jika kehidupan itu menjadi milikmu. Kau begitu terobsesi dengan itu. Dan ketika kau berbalik pada kehidupanmu sendiri. Semua menjadi jungkir balik. Tidak sepadan. Perbedaannya sangat kontras. Seperti hitam dan putih. Seperti langit dan bumi. Dan hatimu pun mulai menciut.

Sebutir air mata mengalir menelusuri pipi. Berhenti di dagu, lalu jatuh menetes pada lengan yang sedang bersedekap. Kau tidak merasakan hawa dingin dari butiran air mata itu. Syaraf kulitmu sedang kurang berfungsi. Sehingga menjadi kurang peka. Atau memang butiran itu terlalu kecil dan kurang banyak. Sehingga tidak cukup menjadi stimulan bagi serabut syaraf.

Seluruh syaraf kau tampung di kepala agar terus berpikir. Otakmu dipenuhi obsesi yang tidak seharusnya bertengger di dalamnya. Obsesi itu terus mengganggu kedamaian hidupmu. Mencoba merusak kebahagiaanmu. Padahal kau pernah percaya bahwa kebahagiaan itu sederhana. Harusnya kau tak perlu bermimpi menjadi orang lain. Tapi apa daya, lingkungan terus mendesak pikiranmu.

Kau pun tidak tahan. Kau mengerutkan dahi sebagai tanda menyerah. Semua otot kau curahkan untuk menghujamkan obsesi dangkal. Kau sangat ingin mengeluarkan semua kepenatan tak berarti itu. Tapi semua malah tertahan di kerongkongan. Mendadak sebuah batu kerikil tersangkut di saluran pernapasanmu. Kau pasti sudah tersedak saat itu juga jika kau tidak berusaha membanjiri tenggorokanmu dengan air.

Kau masih belum merasa lega. Semua barang dangkal itu berpindah ke pusat organ vitalmu. Di sana kau baru merasa sesak dan kesakitan. Semua amarah, kesedihan, dan kekecewaan tertampung di satu tempat. Kau tidak ingin membaginya pada orang tua, teman, atau kekasih. Kau hanya ingin merasakan sendiri. Dan menarik diri dari semua orang.

Sekarang semua itu pecah. Air matamu benar-benar tumpah. Suara isakan terus mengiringi rasa sesak di hatimu. Kau mencoba menahan dada dengan kedua tangan. Tapi isakanmu  masih tidak berhenti. Biarlah. Mungkin ada baiknya, agar semua perasaan yang telah menyakitimu bisa keluar. Jika kau mau, menangislah sampai terlelap. Jangan kau hadirkan lagi obsesi dangkal itu. Raihlah tangan Tuhan pada esok pagi yang cerah. Izinkan dirimu untuk bahagia tanpa harus menjadi orang lain.

(Catatan di suatu malam yang menyesakkan hati,
setelah menangis, mata sembab,
sambil mendengarkan lagu ‘Fix You’)

Akar, Bunga, dan Hujan






Akar selalu tumbuh mendekati pusat bumi, menembus tanah.

dan tidak terlihat karena ia bukan akar gantung yang bisa tumbuh di antara batang pohon.

Akar selamanya menjadi penopang kehidupan bagi sebuah pohon, tapi ia merasa tidak pernah mendapat penghargaan.

Akar hanya bertemu cacing, bakteri dan unsur kimia lain untuk memperlancar metabolisme.

Akar bosan, hingga suatu ketika ia ingin sekali berjumpa dengan bunga.

Akar tidak mempuyai cita-cita lain, selain ingin bertemu dengan bunga.

Tapi bunga berada jauh dari akar.

Bunga selalu tumbuh di antara batang pohon, dedaunan, dan pucuk ranting.

Bunga sering disentuh oleh kupu-kupu, burung, ulat bulu, bahkan hujan.

Sementara akar sekalipun belum pernah menyentuh bunga.

Akar sekalipun belum pernah mencium semerbak wangi serbuk sari bunga.

Akar sekalipun belum pernah memandang keindahan bentuk dan warna kelopak bunga.

Akar merasa pantas mendapatkan itu semua, karena akar yang membuat semua tetap hidup.

Akar pun cemburu.

Suatu malam di awal musim penghujan, turunlah rintik-rintik air hingga membasahi seluruh. tubuh sang pohon, termasuk bunga.

Akar meminta hujan untuk jangan menyentuh bunga.

Tapi hujan tidak menggubris permintaan akar.

Hujan sangat suka meyentuh bunga.

Hujan sangat suka melihat bunga selalu terlihat segar.

Hari berikutnya hujan datang lagi, dengan alasan ia tidak mungkin melawan takdir Tuhan.

Akar pun meminta hujan untuk jangan datang ke wilayahnya.

Akar memberitahu hujan bahwa di sebuah puncak ada pohon yang kurus

dan memutuhkan mineral agar bisa menghidupkan sekuntum bunga yang apabila mekar. pesonanya terlihat lebih indah dari pada milik akar.

Hujan pun segera berkompromi dengan Tuhan agar dipindah ke tempat yang dimaksud akar.

Hujan pun berharap bisa melihat bunga yang lebih indah seperti yang diceritakan akar.

Beberapa hari berikutnya hujan tidak datang lagi ke wilayah akar.

Akar pun senang karena tidak ada yang menyentuh bunga lagi, akar merasa aman tidak ada saingan lagi.

Berhari-hari berlalu tanpa ada air yang meresap, tanah sekitar menjadi kering.

Rerumputan mulai mati dan meninggalkan bangkai tubuhnya.

Bunga pujaan akar pun mulai layu karena kehausan, hingga akhirnya menggugurkan diri dan tak ada lagi kupu-kupu yang berkunjung ke pohon.

Daun-daun mulai berguguran karena tidak cukup melakukan fotosintesis lagi.

Ranting-ranting mulai kering, satu per satu menanggalkan tangkainya.

Sekarang yang tersisa hanya batang yang kurus dan akar yang merana.

Akar sangat sedih telah kehilangan semua kekayaan miliknya, bahkan ia menyesal telah kehilangan bunga pujaannya.

Akar baru menyadari bahwa semua yang bertopang pada dirinya adalah sesuatu yang berharga. Ranting, daun, dan bunga adalah motivasinya untuk tetap hidup.

Tapi karena ego dan kesombongannya, sekarang akar harus kehilangan semua, bahkan kehilangan hujan yang seharusnya membuat semua harta milik akar tetap hidup.

Harusnya akar tetap berkawan bersama hujan, demi mempertahankan bunga pujaan.

Mungkin sekarang hujan sedang sibuk menghidupi bunga dari sebuah pohon yang kurus, kebenaran dari cerita rekaan akar. Hingga hujan tidak pernah kembali lagi.

Andai akar tidak mengusir hujan. Andai akar tidak perlu cemburu. Pasti akar tidak kehilangan bunga pujaan.

Kini tanah gersang, tandus, dan retak melingkupi sebatang pohon yang sudah tidak mempunyai jiwa lagi.

Itulah sanksi untuk akar yang memiliki ego terlalu besar.

(Inspiring from: "Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh")

Cari Blog Ini