Generasi Muda Indonesia! Kau harus mau dididik, dan mendidik kemudian
Kau harus berpendidikan agar menjadi generasi muda yang cerdas dan berilmu
Teruslah belajar hingga menjadi kebanggaan negara, atau minimal untuk dirimu sediri
Jangan pernah berhenti untuk menjadi seorang pejuang hidup
Selamat Hari Pendidikan Nasional :-)
Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan
Youth Generation for Our Best Education (Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2017)
Perjuangan Tiada Berujung (Hari Buruh Internasional 1 Mei 2017)
Menurut
KBBI elektronik, Buruh adalah orang yang bekerja untuk orang lain dengan
mendapat upah. Atau dengan kata lain, buruh adalah seorang pekerja (worker).
Mungkin
sebagian orang beranggapan bahwa kata buruh berarti seorang pekerja dengan
pekerjaan kasar atau pekerjaan rendahan. Namun jika ditinjau dari pengertian
buruh sendiri, buruh dapat diartikan secara lebih luas. Semua orang yang
bekerja untuk mendapat upah berarti buruh, termasuk juga pegawai negeri maupun
pegawai swasta, baik yang berada di posisi top level, middle level, maupun low
level.
Bekerja
untuk orang lain atau bekerja di bawah tekanan orang lain bukanlah hal yang
mudah. Mereka memiliki tanggung jawab terhadap semua tugas yang terkait dengan
peran dalam bidang kerja masing-masing. Mereka berusaha menjalankan perintah,
mematuhi peraturan dan menerima tekanan kerja. Tak jarang dari mereka yang
sudah bekerja dengan baik tapi tidak mendapat apresiasi. Tak jarang dari mereka
yang bekerja dengan jam kerja tinggi tapi mendapat gaji kecil. Dan tak jarang
pula dari mereka yang memiliki kesetiaan pada instansi tapi berujung pada
ketidakadilan, seperti PHK.
Pihak
atasan kadang tak berdaya ketika keadaan perusahaan sedang lemah. Tak ada
pilihan lain selain melakukan PHK terhadap sebagian karyawan. Masih mending
ketika mereka mendapat upah terakhir dari perusahaan. Tapi bagaimana jika
mereka tidak mendapat upah terakhir? Melakukan demonstrasi? Mereka yang
merupakan karyawan dari level bawah yang tidak mempunyai pihak pembela pastinya
akan kalah juga. Mereka pasti juga tak punya daya ketika keadaan membuat mereka
lagi-lagi harus menerima.
Bagaimana
dengan orang-orang yang bekerja di jajaran pemerintahan? Jajaran orang-orang
yang mempunyai kekuasaan dan wewenang, yang katanya bekerja untuk rakyat?
Akankah mereka menjadi pihak pembela yang kuat? Nyatanya, lihatlah mereka yang
melakukan demonstrasi di depan gedung istana negara Mereka memprotes kebijakan
upah minimum kerja. Mereka berharap ada seseorang di dalam gedung istana akan
memikirkan nasib para kaum buruh.
Apa
yang akan kaum buruh lakukan selanjutnya? Tentu saja mereka akan tetap
berjuang, bekerja, dan mencari uaph. Terus begitu seperti roda yang berputar. Kerasnya
hidup membuat mereka terus berjuang mencari upah. Banting tulang, peras
keringat pun mereka lakukan, tak peduli sampai darah mengalir dan air mata
berderai. Intinya mereka berusaha menggebuk kerasnya hidup. Seperti halnya buku
A. Fuadi yang berjudul ‘Hidup itu Keras, maka Gebuglah!’. Artinya mereka harus
tetap menghadapi segala cobaan hidup. Ya. Karena ini adalah hidup. Mereka harus
tetap berjalan mengikuti arus kehidupan. Makanya perjuangan itu tiada ujungnya.
Ujung perjuangan adalah kematian, yang mana kehidupan fana telah berhenti.
Selamat
hari buruh internasional, guys… Dan kau para Freshgraduate, selamat datang di
dunia buruh J
Lost to Find #2 (From ‘Demian’ Novel by Hermann Hesse)
Novel
Demian masih karya Hermann Hesse terbit tahun 1919 dan masih kategori novel
filosofi, yaitu tentang cerita masa muda Emil Sinclair dalam pencarian jati diri serta perkembangan psikologinya.
Dalam
novel Demian, Emil Sinclair kecil adalah seorang murid laki-laki yang berasal
dari keluarga baik-baik, dan penuh kehangatan. Namun dia sendiri merasa berbeda dengan keluarganya, dunia yang penuh dengan cahaya. Ia merasa seharsusnya berada di dunia yang gelap dan penuh hal-hal buruk.
Sinclair kecil memiliki hasrat ingin diterima oleh pergaulan. Saat pertengahan liburan ia mulai bermain
dengan Franz Kromer, anak laki-laki yang mempunyai perangai buruk. Sinclair
memulai pertemanan dengan membuat cerita bohong, yang ia yakini Kromer akan
menyukai cerita itu dan menganggap dirinya gagah. Sayangnya Kromer dan teman-temannya mulai memanfaatkan cerita bohong Sinclair. Kromer
pun menakuti Sinclair dengan ancaman, dan Kromer sering menggoda dengan membuat
siulan di sekitar Sinclair. Sinlclair ketakutan hingga pura-pura sakit agar
tidak pergi sekolah dan bertemu Kromer. Sinclair juga memberi upeti agar Kromer tidak melaporkan pada polisi atau keluarganya.
Masalah
Sinclair dan Kromer mereda ketika ia bertemu dengan murid baru bernama Max
Demian. Seorang murid yang berbeda dari anak-anak pada umumnya. Dia memiliki perawakan yang dewasa dan aura kejantanan. Akhirnya Mereka berdua
berteman. Sinclair pun menjadikan Demian sebagai panutan karena Demian sering memberi mimbingan dan petunjuk-petunjuk.
Ketika beranjak dewasa, Sinclair
semakin jarang bertemu Demian, setelah selama sekolah Demian bercerita kisah Cain and Abel (Kabil dan Habil), mereka
bertemu kembali di gereja dan Demian banyak bicara mengenai The God and The Devil, dan di bar saat
Sinclair sedang mabuk karena banyak minum wine.
Sinclair kembali ditinggal oleh Demian. Dan Sinclair yang tanpa Demian, ia
menjadi pemabuk, kasar, semakin tidak mempunyai aturan karena ia memutuskan untuk tidak tinggak di rrumah, Sinclair yang bertemu Beatrice dan jatuh cinta,
Sinclair yang mengalami mimpi adsurb, Sinclair yang melukis burung gagak yang ia sadari sebagai cerminan dari dirinya sendiri,
Sincalir yang tanpa sengaja melukis wajah Demian dan sosok perempuan, dan pencarian Sinclair
terhadap Abraxas.
Pencarian
Sinclair terhadap Abraxas membawanya ke sebuah gereja. Ia bertemu seorang
pianis bernama Pistorius, yang memiliki nasib sama dengan Sinclair. Pistorius itu anak seorang pastur, dan ia memutuskan keluar dari hidup keluarganya dan memilih jalan hidupnya sendiri. Akhirnya Pistorius memberi tahu apa sebenarnya Abraxas itu dan membawa Sinclair pada sebuah pencerahan.
Setelah
lulus SMA, akhirnya Sinclair bertemu Demian dan bertemu Frau Eva, ibu Demian,
seseorang yang ada di dalam mimpinya. Sinclair mencintai Frau Eva dengan
segenap hatinya. Baik Frau Eva maupun Demian meyakinkan Sinclair untuk percaya
pada mimpinya, dan mempunyai pendirian. Setelah beberapa saat, Demian harus
meninggalkan Sinclair lagi, dengan memberikan ciuman dari Frau Eva yang dikirim
melalui Demian. Ketika Sinclair
bangun keesokan paginya dan bercermin, yang ia lihat adalah gambar dirinya yang sudah menemukan dunia terangnya sendiri.
Intinya, rasa
akan kehilangan itu membuat Demian menjadi diri sendiri dan percaya akan
mimpinya.
I recommend this book for you guys. Yang aku tulis ini tidak ada
apa-apanya, aku hanya mencoba menyalurkan betapa aku sangat menyukai karya
Hermann Hesse.
Herman Hesse sendiri merupakan seorang penyair, novelis, dan pelukis berkebangsaan Jerman-Swiss. Pada tahun 1946 Hesse menerima Nobel Kasusastraan. Karya terbaik Hesse yang terkenal lainnya yaitu Stephen Wolf, Siddhartha, dan The Glass Bead Game yang mengeksplorasi kisah pencarian spiritual individu.
Novel Demian ini termasuk novel berat karena mengandung gagasan cerita yang dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran filosofi, tentang pemberontakan dalam diri seseorang yang dipengaruhi oleh pemikirannya sendiri. Apalagi Hesse memang seseorang yang penuh dengan spiritual, dibuktikan ketika ibunya adalah seorang misionaris. Novel ini akan membuat pembacanya juga akan berpikir lebih dalam untuk memahami gagasan cerita. Apalagi saya sendiri membaca versi bahasa Inggris yang membuat saya benar-benar menguras otak. Pembawaan bahasanya juga sangat berbobot dan mengalir begitu saja. Saya rasa ini seperti mantra sihir, karena kata-katanya begitu memikat saya sebagai pembaca. Jadi seperti itulah novel Demian.
I don’t care with any
theory to breakdown what the story mean kayak blog sebelah. I just enjoy the story. And I always like the way Sinclair amazed to Demian.
“I kept
glancing toward Demian whose face held a peculiar fascination for me…, I
couldn't say that he made a favorable impression on me…, his manner too
provocatively confident, and his eyes gave him an adult expression…, etc.”
“I saw Demian's face and I not only
noticed that it was not a boy's face but a man's; I also felt or saw that it
was not entirely the face of a man either, but had something feminine about it,
too. Yet the face struck me at that moment as neither masculine nor childlike,
neither old nor young, but somehow a thousand years old, somehow timeless,
bearing the scars of an entirely different history than we knew; animals could
look like that, or trees, or planets--none of this did I know consciously, I
did not feel precisely what I say about it now as an adult, only something of
the kind. Perhaps he was handsome, perhaps I liked him, perhaps I also found
him repulsive, I could not be sure of that either. All I saw was that he was
different from us, he was like an animal or like a spirit or like a picture, he
was different, unimaginably different from the rest of us…, etc.”
Lost to Find #1 (From ‘Siddhartha’ Novel by Hermann Hesse)
Novel
Siddhartha karya Hermann Hesse terbit tahun 1922, dan merupakan kategori novel
fiksi, nonfiksi, human science, dan
filosofi. Well, novel ini masih
kategori novel filosofi yang intinya tentang pencarian jati diri individu.
Novel
ini menceritakan Siddhartha yang merupakan anak seorang Brahman, keluarga
bangsawan yang sangat religius dan dihormati. Ia menjalani kehidupan
berdasarkan ajaran agama, menjadi panutan, memberi ketenteraman dan pencerahan
bagi rakyat jelata. Tapi sebenarnya ia merasa hampa. Ia pun pergi ke dalam hutan
dalam misi menjadi seorang Samana atau kalau dalam Islam menjadi seorang Sufi. Untuk
menjadi Samana dia harus meninggalkan rumah, keluarga, teman (termasuk
meninggalkan Govinda yang sama-sama ingin menjadi Samana pula), dan semua
kesenangan dunia lainnya. Di dalam hutan ia melakukan meditas,i menyatu dengan
alam, memakai kain yang merupakan pakainnya, dan makan hanya jika diperlukan.
Hingga akhirnya ia benar-benar mencapai Samana.
Namun,
tiba-tiba ia memutuskan keluar dari hutan dengan bantuan seorang perahu,
mengejar dunia fana, hingga ia kehilangan ke-Samana-annya. Di kehidupan dunia
fananya, Siddhartha bertemu Kamala seorang pelacur, menjadi seorang saudagar
kaya, mempunyai rumah yang mewah dengan beberapa pelayan, menjadi seorang
penjudi, pemabuk. Hingga akhirnya ia kehilangan semua masa kejayannya sebagai
manusia fana, menjadi seseorang yang bangkrut, tak memiliki rumah, teman, tak
ada pelayan, bahkan tak memiliki pakaian maupun uang. Intinya hidup Siddhartha
adalah sebuah sansara.
Dalam
hati Siddhartha masih mengingat bahwa ia dulu seorang samana. Ia ingat
bagaimana ia keluar dari hutan, dan ia pun kembali ke hutan dengan menemui tukang
perahu. Dalam perjalanan menyeberang danau ia takjub kepada tukang perahu yang
ternyata masih mengingat Siddhartha yang dulu adalah samana. Siddhartha
memutuskan untuk belajar dari tukang perahu, hingga ia bertemu dengan anak
laki-laki hasil hubungan dengan Kamala yang sudah meninggal. Siddhartha pun
melepas sang anak laki-laki karena kehadiran Siddhartha tidak pernah diterima.
Siddhartha
pun menjadi tukang perahu menggantikan tukang perahu sebelumnya yang berniat
menjadi Samana seperti Siddhartha dulu. Dan sebuah kata ‘OM’ yang dilantunkan
Govinda menyadarkan Siddhartha dari keterpurukannya. Akhirnya Siddhartha
kembali terlahir menjadi orang suci, yang Govinda sadari bahwa Siddhartha terlahir
menjadi Budha.
Well, begitulah singkat
ceritanya.
Betapa
Siddhartha yang selalu melepas dan kehilangan semua kemapanan dan kesenangan
hidup, mempelajari dan mengambil hikmah di setiap babak kehidupan, bahkan ia
banyak belajar dari alam, hingga ia menemukan dirinya menjadi orang yang suci. Pemberontakan yang dilakukan Siddhartha ketika telah mencapai Samana bukan semata-mata tanpa hikmah. Itu adalah bagian dari proses tentang kesadaran diri. Untuk melakukan sebuah kesadaran seseorang juga perlu membuat kesalahan kan? Setelah itu ia akan benar-benar mengerti jati dari sebuah kesalahan.
Novel Siddhartha ini penuh dengan perjalanan spiritual, mungkin bisa dijadikan pedoman juga untuk hidup kita. Bahwa materi yang bersifat keduniaan sebenarnya tidak banyak memberi arti, karena pada akhirnya materi itu juga akan ditinggalkan nantinya. Ini membuat saya sadar akan hidup sederhana dan tidak terlalu mengagungkan materi.
That’s all. And I recommend
this book for you.
Mencari Jati Diri (From Novel ‘Petir’ Karya Dee Lestari)
First of all, I’d like to introduce you about novel that I already mention on tittle of this article.
Novel Petir karya Dewi Dee Lestari, yaitu novel ketiga dari seri novel Supernova, setelah seri pertama (KPBJ) dan seri kedua (Akar). Novel Petir menceritakan kronologi seseorang dalam menemukan jati diri, yang intinya menemukan dan mencari jati diri itu:
Come from Emptiness
Ia adalah seseorang yang jiwanya terasa hampa, polos (belum mengetahui banyak hal) dan belum mengalami segala dimensi kehidupan. Ia bisa berasal dari hanya mengenal hal yang baik-baik saja, atau hanya mengenal hal yang buruk-buruk saja. Atau tidak mengenal dua-duanya, ia sekadar menyaksikan dan tidak mengalami sendiri. Hingga suatu saat ia penasaran dengan hal lain yang belum pernah ia alami, atau ia terpaksa menjalani hal lain yang belum pernah ia sentuh.
Dalam novel Petir, Elektra kecil diceritakan sebagai si bungsu pemalas yang jarang punya aksi. Bagi Elektra, hidup adalah duduk di bangku bioskop yang gelap menontoni kakaknya yang hiperaktif. Elektra pun harus memasuki era baru yang serba asing sejak ayahnya meninggal. Bahkan dunia tak lagi aman bagi Elektra yang tidak tahu apa-apa, ia dituntut mandiri (Dee, 2003).
Enjoying Proccess
Dalam Novel Petir, tentu saja Elektra yang tidak tahu apa-apa tentang hidup dan dipaksa untuk mandiri. Elektra hidup, tapi jiwanya mati karena tidak memiliki misi. Dan yang paling mengena untukku adalah, Elektra belum bekerja (menganggur) selama lima tahun sejak lulus menjadi sarjana ekonomi. She just enjoy proccess and just flow on it.
Menikmati proses bukan berarti tidak melakukan aktivitas, Elektra needs activity to kill the time. Sejak ayahnya meninggal, Elektra berusaha mempertahankan bangunan Toko Elektronik Kuno milik ayahnya yang tidak mengalami perkembangan. Padahal banyak pebisnis yang sering mengubungi Elektra untuk menyewa bangunan atau mengajaknya menjadi partner bisnis. Ia juga tidak bermaksud melanjutkan usaha pertokoan itu. Awalnya Elektra hanya membiarkan begitu saja dan sedikit mengecek administrasi toko. Ia hanya sedikit merenovasi dan membersihkan isi bangunan yang juga menjadi tempat tinggalnya. Hingga tanpa ia bayangkan ia menjadi korban keisengan surat panggilan kerja yang mengatasnamakan Sekolah Tinggi Ilmu Gaib Nasional (lol :-D), melakukan meditasi bersama pemilik toko obat, dan menjadi Elektra yang gila internet hingga menjadi pelanggan warnet kemudian jatuh sakit, dan yang akhirnya Elektra membuka warnet sendiri di rumahnya.
Finally She Knows
Semua proses yang telah dilalui, Elektra menjadi semakin berpengalaman dan memiliki relasi dengan orang lain. Dan dari pengalaman itu Elektra menjadi tahu cara menyikapi suatu permasalahan dan tahu apa yang ia inginkan.
Setelah Ekektra menjalani bisnis warnet bersama rekan-rekannya, ia baru menyadari terdapat potensi dalam dirinya yang dapat mengalirkan energi listrik. Sejak saat itu ia berinisiatif membuka klinik pengobatan alternatif. Itulah jati diri Elektra, menjadi perantara sebagai penyembuh.
Kalau dalam istilah bahasa inggris Life Must Go On itu benar. Kehidupan selalu berjalan jadi kita harus menikmati setiap proses yang ada, seperti yang Dee bilang juga, bahwa: “Ternyata hidup tidak mmebiarkan satu orang pun lolos untuk cuma jad penonton. Semua harus mencicipi ombak.”
Novel Petir karya Dewi Dee Lestari, yaitu novel ketiga dari seri novel Supernova, setelah seri pertama (KPBJ) dan seri kedua (Akar). Novel Petir menceritakan kronologi seseorang dalam menemukan jati diri, yang intinya menemukan dan mencari jati diri itu:
Come from Emptiness
Ia adalah seseorang yang jiwanya terasa hampa, polos (belum mengetahui banyak hal) dan belum mengalami segala dimensi kehidupan. Ia bisa berasal dari hanya mengenal hal yang baik-baik saja, atau hanya mengenal hal yang buruk-buruk saja. Atau tidak mengenal dua-duanya, ia sekadar menyaksikan dan tidak mengalami sendiri. Hingga suatu saat ia penasaran dengan hal lain yang belum pernah ia alami, atau ia terpaksa menjalani hal lain yang belum pernah ia sentuh.
Dalam novel Petir, Elektra kecil diceritakan sebagai si bungsu pemalas yang jarang punya aksi. Bagi Elektra, hidup adalah duduk di bangku bioskop yang gelap menontoni kakaknya yang hiperaktif. Elektra pun harus memasuki era baru yang serba asing sejak ayahnya meninggal. Bahkan dunia tak lagi aman bagi Elektra yang tidak tahu apa-apa, ia dituntut mandiri (Dee, 2003).
Enjoying Proccess
Dalam Novel Petir, tentu saja Elektra yang tidak tahu apa-apa tentang hidup dan dipaksa untuk mandiri. Elektra hidup, tapi jiwanya mati karena tidak memiliki misi. Dan yang paling mengena untukku adalah, Elektra belum bekerja (menganggur) selama lima tahun sejak lulus menjadi sarjana ekonomi. She just enjoy proccess and just flow on it.
Menikmati proses bukan berarti tidak melakukan aktivitas, Elektra needs activity to kill the time. Sejak ayahnya meninggal, Elektra berusaha mempertahankan bangunan Toko Elektronik Kuno milik ayahnya yang tidak mengalami perkembangan. Padahal banyak pebisnis yang sering mengubungi Elektra untuk menyewa bangunan atau mengajaknya menjadi partner bisnis. Ia juga tidak bermaksud melanjutkan usaha pertokoan itu. Awalnya Elektra hanya membiarkan begitu saja dan sedikit mengecek administrasi toko. Ia hanya sedikit merenovasi dan membersihkan isi bangunan yang juga menjadi tempat tinggalnya. Hingga tanpa ia bayangkan ia menjadi korban keisengan surat panggilan kerja yang mengatasnamakan Sekolah Tinggi Ilmu Gaib Nasional (lol :-D), melakukan meditasi bersama pemilik toko obat, dan menjadi Elektra yang gila internet hingga menjadi pelanggan warnet kemudian jatuh sakit, dan yang akhirnya Elektra membuka warnet sendiri di rumahnya.
Finally She Knows
Semua proses yang telah dilalui, Elektra menjadi semakin berpengalaman dan memiliki relasi dengan orang lain. Dan dari pengalaman itu Elektra menjadi tahu cara menyikapi suatu permasalahan dan tahu apa yang ia inginkan.
Setelah Ekektra menjalani bisnis warnet bersama rekan-rekannya, ia baru menyadari terdapat potensi dalam dirinya yang dapat mengalirkan energi listrik. Sejak saat itu ia berinisiatif membuka klinik pengobatan alternatif. Itulah jati diri Elektra, menjadi perantara sebagai penyembuh.
Kalau dalam istilah bahasa inggris Life Must Go On itu benar. Kehidupan selalu berjalan jadi kita harus menikmati setiap proses yang ada, seperti yang Dee bilang juga, bahwa: “Ternyata hidup tidak mmebiarkan satu orang pun lolos untuk cuma jad penonton. Semua harus mencicipi ombak.”
Kau (Para Pejuang Ilmu) Bersemangatlah!
Semua tidak ada yang mudah, karena semua butuh proses belajar
Semua tidak ada yang sama, karena hidup ini penuh dengan hal2 yang dinamis
Dan semua tidak ada yang terus menerus terasa enak, karena hidup bagai roda yg berputar, kadang di bawah kadang di atas atau kadang di tengah2nya
Begitu juga saat berproses dalam menuntut ilmu
Ilmu itu harus dicari, makanya banyak para mahasiswa yang merantau ke luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri
Semua itu demi ilmu, tak peduli seberapa jauhnya jarak yang harus ditempuh
Dalam hadits disebutkan, 'Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina.'
Jelas sekali dalam hadits itu diterangkan kalau intinya,menuntut ilmu tidak selamanya harus di lingkungan sendiri
Juga harus pantang menyerah dalam mencapai ilmu itu sendiri
Meskipun tidak sampai ke negeri Cina, setidaknya telah kujalani untuk belajar dengan keluar dari lingkungan tempat tinggal sendiri, demi konsentrasi ke bidang Ilmu Perpustakaan
Senang sedih, enak nggak enak, bosan / semangat, Sampai mengeluarkan pun sudah aku lalui semua sampai berulang2
Disaat sedang galau mengerjakan skripsi, di sisi lain juga jenuh menjalani perkuliahan, di sisi lain lagi juga ingin cepat kerja
Tiba2 seorang teman mengirim pesan melalui akun line yang isinya subhanallah banget bisa menyadarkan aku n mengingatkan aku untuk selalu bersyukur
Saat itu hari Jumat, 22 April 2016 sekitar pukul 17.20
Berikut isi pesannya:
"Mungkin diantara kita saat ini..
ada yang mulai stres diburu tugas,
ada yang di tengah-tengah ujian,
ada yang sedang sibuk menyusun skripsi,
ada yang sedang di fase koass,
dan sebagainya..
lelah? pasti.
tapi ingatlah bahwa tidak ada hal yang sia-sia dalam sebuah usaha untuk belajar.
maknailah bahwa setiap tetes keringat akan dibalasNya dengan manfaat yg besar di masa depan..
dan, jangan lupa bersyukur..
banyak orang di luar sana yang memimpikan berlelah-lelah dalam belajar seperti ini, tapi mungkin belum berkesempatan..
nikmatilah, maknailah, bersyukurlah.. lelahmu akan hilang seketika kau sejenak beristirahat, tapi ilmu yang kau dapatkan akan kau bawa sampai nanti..
apapun disiplin ilmunya, bersemangatlah, tak ada ilmu yang tak berharga selama tidak melanggar syariat..
"Bersemangatlah atas apa yang bermanfaat bagimu, meminta tolonglah pada Allah, dan jangan merasa lemah"
(HR. Muslim)
Imam syafi'i pernah berkata :
"Jika kau tak tahan lelahnya belajar, maka bersiaplah menanggung perihnya kebodohan"
pemuda muslim haruslah cerdas, mengapa? tak rindukah kita dengan kebangkitan islam oleh pemuda2nya yang menjunjung ilmu dan agamanya? :")
"Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan"
(Al-Mujadilah : 11)
Masihkah kita mengeluh wahai saudaraku?
semoga Allah senantiasa meneguhkan kita dalam berjuang :") .
Dari @medislam_
Semoga bermanfaat dan pengingat buat kita semua..."
Dahsyat ya pesannya meskipun copas dari medsos, tapi itulah gunanya medsos
Setelah mendapat pesan itu, aku mulai merenung
Mungkin jika aku tidak kuliah, aku bisa jadi sudah menikah dengan orang yang entahlah.... (waktu sekolah aku nggak pernah sekalipun pacaran, nggak penting juga)
Ato bisa jadi aku malah kerja ke luar negeri jadi TKW/ TKI ngikutin jejak sang kakak
Padahal kakakku sendiri pernah pesan, jangan sampai aku kerja kek gitu
Sudah sepantasnya aku bersyukur dengan semua ini
Di luar sana banyak yang ingin kuliah tapi terkendala biaya ato memang belum rezekinya diterima
Lebih bersyukur lagi bisa masuk ke salah satu PTN ternama
Dan lagi lagi harus lebih bersyukur karena bisa masuk dengan melalui tes terrulis tingkat nasional, setidaknya tidak perlu mengikuti tes mandiri yang jatuhnya biaya kulianya juga lebih mahal
Yang pasti ilmu yang telah aku capai nanti diharapkan akan bermanfaat untuk masa depan
Semua tidak ada yang sama, karena hidup ini penuh dengan hal2 yang dinamis
Dan semua tidak ada yang terus menerus terasa enak, karena hidup bagai roda yg berputar, kadang di bawah kadang di atas atau kadang di tengah2nya
Begitu juga saat berproses dalam menuntut ilmu
Ilmu itu harus dicari, makanya banyak para mahasiswa yang merantau ke luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri
Semua itu demi ilmu, tak peduli seberapa jauhnya jarak yang harus ditempuh
Dalam hadits disebutkan, 'Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina.'
Jelas sekali dalam hadits itu diterangkan kalau intinya,menuntut ilmu tidak selamanya harus di lingkungan sendiri
Juga harus pantang menyerah dalam mencapai ilmu itu sendiri
Meskipun tidak sampai ke negeri Cina, setidaknya telah kujalani untuk belajar dengan keluar dari lingkungan tempat tinggal sendiri, demi konsentrasi ke bidang Ilmu Perpustakaan
Senang sedih, enak nggak enak, bosan / semangat, Sampai mengeluarkan pun sudah aku lalui semua sampai berulang2
Disaat sedang galau mengerjakan skripsi, di sisi lain juga jenuh menjalani perkuliahan, di sisi lain lagi juga ingin cepat kerja
Tiba2 seorang teman mengirim pesan melalui akun line yang isinya subhanallah banget bisa menyadarkan aku n mengingatkan aku untuk selalu bersyukur
Saat itu hari Jumat, 22 April 2016 sekitar pukul 17.20
Berikut isi pesannya:
"Mungkin diantara kita saat ini..
ada yang mulai stres diburu tugas,
ada yang di tengah-tengah ujian,
ada yang sedang sibuk menyusun skripsi,
ada yang sedang di fase koass,
dan sebagainya..
lelah? pasti.
tapi ingatlah bahwa tidak ada hal yang sia-sia dalam sebuah usaha untuk belajar.
maknailah bahwa setiap tetes keringat akan dibalasNya dengan manfaat yg besar di masa depan..
dan, jangan lupa bersyukur..
banyak orang di luar sana yang memimpikan berlelah-lelah dalam belajar seperti ini, tapi mungkin belum berkesempatan..
nikmatilah, maknailah, bersyukurlah.. lelahmu akan hilang seketika kau sejenak beristirahat, tapi ilmu yang kau dapatkan akan kau bawa sampai nanti..
apapun disiplin ilmunya, bersemangatlah, tak ada ilmu yang tak berharga selama tidak melanggar syariat..
"Bersemangatlah atas apa yang bermanfaat bagimu, meminta tolonglah pada Allah, dan jangan merasa lemah"
(HR. Muslim)
Imam syafi'i pernah berkata :
"Jika kau tak tahan lelahnya belajar, maka bersiaplah menanggung perihnya kebodohan"
pemuda muslim haruslah cerdas, mengapa? tak rindukah kita dengan kebangkitan islam oleh pemuda2nya yang menjunjung ilmu dan agamanya? :")
"Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan"
(Al-Mujadilah : 11)
Masihkah kita mengeluh wahai saudaraku?
semoga Allah senantiasa meneguhkan kita dalam berjuang :") .
Dari @medislam_
Semoga bermanfaat dan pengingat buat kita semua..."
Dahsyat ya pesannya meskipun copas dari medsos, tapi itulah gunanya medsos
Setelah mendapat pesan itu, aku mulai merenung
Mungkin jika aku tidak kuliah, aku bisa jadi sudah menikah dengan orang yang entahlah.... (waktu sekolah aku nggak pernah sekalipun pacaran, nggak penting juga)
Ato bisa jadi aku malah kerja ke luar negeri jadi TKW/ TKI ngikutin jejak sang kakak
Padahal kakakku sendiri pernah pesan, jangan sampai aku kerja kek gitu
Sudah sepantasnya aku bersyukur dengan semua ini
Di luar sana banyak yang ingin kuliah tapi terkendala biaya ato memang belum rezekinya diterima
Lebih bersyukur lagi bisa masuk ke salah satu PTN ternama
Dan lagi lagi harus lebih bersyukur karena bisa masuk dengan melalui tes terrulis tingkat nasional, setidaknya tidak perlu mengikuti tes mandiri yang jatuhnya biaya kulianya juga lebih mahal
Yang pasti ilmu yang telah aku capai nanti diharapkan akan bermanfaat untuk masa depan
AUTODIDAK JUGA OKE
Kalau
menurut Albertheine Endah si gini, “sebab dengan menulis, saya nggak akan
kehabisan dunia. Selalu saya temukan ruang-ruang baru dengan sensasi
mendebarkan. Menulis adalah cara yang indah untuk memperbarui hatimu dan
memperluas cakrawala.”
Ada
lagi, kalau menurut Mbak Norma Keisya Avicenna di sebuah seminar kepenulisan,
“saya tidak ingin dikenang orang hanya dengan beberapa kata, yaitu nama, tempat
dan tanggal lahir, serta alamat yang nantinya tertulis di batu nisan. Melainkan
ingin dikenang dengan beribu-ribu kata yang ia tulis melalui sebuah buku.”
Mereka
semua mempunyai motivasi yang berbeda untuk menulis. Dan yang terpenting adalah
action. Karena menulis adalah proses
dan keterampilan. Jadi untuk menjadi seorang penulis, maka harus menulis. Terus
dari mana dan dengan siapa kita bisa belajar menulis?
Sebagaimana
yang sudah saya alami, saya belajar sendiri atau autodidak. Kok bisa? (Bisa dong. Kan yang bisa menulis bukan
hanya anak sastra).
Saya
mulai dengan menulis hal-hal kecil yang sepertinya tidak mutu, tapi tetap saya
tulis. Karena itu juga akan melatih kita cara merangkai kata dan kalimat.
Berlatih menuangkan gagasan dan ide.
Minat,
kegemaran, dan kebiasaan membaca juga nyumbang kita buat belajar menulis.
Karena secara tidak langsung otak kita akan terbiasa dengan tulisan-tulisan.
Jadi menulis pun tidak menjadi hal yang terlalu sulit.
Belajar
dari pengalaman. Seiring dengan kegiatan menulis, kita akan belajar bagaimana
cara membuat kalimat yang baik dan benar, sesuai dengan EYD. Karena setelah menulis, pastinya kita
membaca kembali tulisan kita. Dan kalo ada yang ganjil langsung kita revisi.
Nah, dari kesalahan itu kita bisa belajar.
Belajar
dari buku. Yap, karena buku adalah salah satu guru yang baik. Ketika saya
menulis, saya mempelajari buku-buku tentang kepenulisan yang dapat menunjang
kegiatan menulis saya. Kemudian saya praktikkan pada tulisan saya. Salah satu
buku yang sangat membantu saya menulis yaitu bukunya Winna Effendi yang berjudul
“Draft 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu”, dan bukunya Albertheine Endah yang
berjudul “Menulis Fiksi itu Seksi”. Selain itu, saya juga belajar dari internet
mengenai tips dan trik menulis fiksi.
BTW,
siang tadi saya juga habis mengikuti seminar kepenenulisan. Yang saya harapkan
dari seminar itu sih mengenai trik-trik dahsyat dalam menulis. Tapi toh materi
yang disampaikan pembicara sudah saya lalui, karena saya juga sedang konsen
menulis. Jadi yang saya dapatkan dari mereka adalah motivasi dan pengalaman
dalam menulis, karena buku mereka sudah best
seller.
Sebenarnya
berguru pada seseorang nggak kalah penting, jika kita memang ingin benar-benar
konsen dan serius menulis, serta ingin menjadi professional. Saya juga ingin
memiliki guru. Hehe…
Pada
intinya sih menulis itu berasal dari kemauan diri sendiri, bukan karena
paksaan. Jadi kita sendiri yang menggerakan mau di bawa ke mana ide, gagasan,
dan imajinasi yang ada di otak kita. Oleh karena itu perlu kita mulai dari
hal-hal yang kecil dulu dan mulai dari diri sendiri. So, keep writing…
OBSESI DANGKAL
Tatapan matamu masih kosong.
Menerawang ke awang-awang membayangkan kehidupan orang lain yang kau inginkan.
Memang indah. Kau akan merasa senang jika kehidupan itu menjadi milikmu. Kau
begitu terobsesi dengan itu. Dan ketika kau berbalik pada kehidupanmu sendiri.
Semua menjadi jungkir balik. Tidak sepadan. Perbedaannya sangat kontras.
Seperti hitam dan putih. Seperti langit dan bumi. Dan hatimu pun mulai menciut.
Sebutir air mata mengalir
menelusuri pipi. Berhenti di dagu, lalu jatuh menetes pada lengan yang sedang
bersedekap. Kau tidak merasakan hawa dingin dari butiran air mata itu. Syaraf
kulitmu sedang kurang berfungsi. Sehingga menjadi kurang peka. Atau memang
butiran itu terlalu kecil dan kurang banyak. Sehingga tidak cukup menjadi
stimulan bagi serabut syaraf.
Seluruh syaraf kau tampung
di kepala agar terus berpikir. Otakmu dipenuhi obsesi yang tidak seharusnya
bertengger di dalamnya. Obsesi itu terus mengganggu kedamaian hidupmu. Mencoba
merusak kebahagiaanmu. Padahal kau pernah percaya bahwa kebahagiaan itu
sederhana. Harusnya kau tak perlu bermimpi menjadi orang lain. Tapi apa daya,
lingkungan terus mendesak pikiranmu.
Kau pun tidak tahan. Kau
mengerutkan dahi sebagai tanda menyerah. Semua otot kau curahkan untuk
menghujamkan obsesi dangkal. Kau sangat ingin mengeluarkan semua kepenatan tak
berarti itu. Tapi semua malah tertahan di kerongkongan. Mendadak sebuah batu
kerikil tersangkut di saluran pernapasanmu. Kau pasti sudah tersedak saat itu
juga jika kau tidak berusaha membanjiri tenggorokanmu dengan air.
Kau masih belum merasa lega.
Semua barang dangkal itu berpindah ke pusat organ vitalmu. Di sana kau baru
merasa sesak dan kesakitan. Semua amarah, kesedihan, dan kekecewaan tertampung
di satu tempat. Kau tidak ingin membaginya pada orang tua, teman, atau kekasih.
Kau hanya ingin merasakan sendiri. Dan menarik diri dari semua orang.
Sekarang semua itu pecah.
Air matamu benar-benar tumpah. Suara isakan terus mengiringi rasa sesak di
hatimu. Kau mencoba menahan dada dengan kedua tangan. Tapi isakanmu masih tidak berhenti. Biarlah. Mungkin ada
baiknya, agar semua perasaan yang telah menyakitimu bisa keluar. Jika kau mau,
menangislah sampai terlelap. Jangan kau hadirkan lagi obsesi dangkal itu. Raihlah
tangan Tuhan pada esok pagi yang cerah. Izinkan dirimu untuk bahagia tanpa
harus menjadi orang lain.
(Catatan di suatu malam yang
menyesakkan hati,
setelah menangis, mata
sembab,
sambil mendengarkan lagu
‘Fix You’)
Akar, Bunga, dan Hujan
Akar selalu tumbuh mendekati pusat
bumi, menembus tanah.
dan tidak terlihat karena ia bukan
akar gantung yang bisa tumbuh di antara batang pohon.
Akar selamanya menjadi penopang
kehidupan bagi sebuah pohon, tapi ia merasa tidak pernah mendapat penghargaan.
Akar hanya bertemu cacing, bakteri dan
unsur kimia lain untuk memperlancar metabolisme.
Akar bosan, hingga suatu ketika ia
ingin sekali berjumpa dengan bunga.
Akar tidak mempuyai cita-cita lain,
selain ingin bertemu dengan bunga.
Tapi bunga berada jauh dari akar.
Bunga selalu tumbuh di antara batang
pohon, dedaunan, dan pucuk ranting.
Bunga sering disentuh oleh kupu-kupu,
burung, ulat bulu, bahkan hujan.
Sementara akar sekalipun belum pernah
menyentuh bunga.
Akar sekalipun belum pernah mencium
semerbak wangi serbuk sari bunga.
Akar sekalipun belum pernah memandang
keindahan bentuk dan warna kelopak bunga.
Akar merasa pantas mendapatkan itu
semua, karena akar yang membuat semua tetap hidup.
Akar pun cemburu.
Suatu malam di awal musim penghujan, turunlah
rintik-rintik air hingga membasahi seluruh. tubuh sang pohon, termasuk bunga.
Akar meminta hujan untuk jangan
menyentuh bunga.
Tapi hujan tidak menggubris permintaan
akar.
Hujan sangat suka meyentuh bunga.
Hujan sangat suka melihat bunga selalu
terlihat segar.
Hari berikutnya hujan datang lagi,
dengan alasan ia tidak mungkin melawan takdir Tuhan.
Akar pun meminta hujan untuk jangan
datang ke wilayahnya.
Akar memberitahu hujan bahwa di sebuah
puncak ada pohon yang kurus
dan memutuhkan mineral agar bisa
menghidupkan sekuntum bunga yang apabila mekar. pesonanya terlihat lebih indah
dari pada milik akar.
Hujan pun
segera berkompromi dengan Tuhan agar dipindah ke tempat yang dimaksud akar.
Hujan pun
berharap bisa melihat bunga yang lebih indah seperti yang diceritakan akar.
Beberapa
hari berikutnya hujan tidak datang lagi ke wilayah akar.
Akar pun
senang karena tidak ada yang menyentuh bunga lagi, akar merasa aman tidak ada
saingan lagi.
Berhari-hari
berlalu tanpa ada air yang meresap, tanah sekitar menjadi kering.
Rerumputan
mulai mati dan meninggalkan bangkai tubuhnya.
Bunga pujaan
akar pun mulai layu karena kehausan, hingga akhirnya menggugurkan diri dan tak
ada lagi kupu-kupu yang berkunjung ke pohon.
Daun-daun
mulai berguguran karena tidak cukup melakukan fotosintesis lagi.
Ranting-ranting
mulai kering, satu per satu menanggalkan tangkainya.
Sekarang
yang tersisa hanya batang yang kurus dan akar yang merana.
Akar sangat
sedih telah kehilangan semua kekayaan miliknya, bahkan ia menyesal telah
kehilangan bunga pujaannya.
Akar baru
menyadari bahwa semua yang bertopang pada dirinya adalah sesuatu yang berharga.
Ranting, daun, dan bunga adalah motivasinya untuk tetap hidup.
Tapi karena
ego dan kesombongannya, sekarang akar harus kehilangan semua, bahkan kehilangan
hujan yang seharusnya membuat semua harta milik akar tetap hidup.
Harusnya akar
tetap berkawan bersama hujan, demi mempertahankan bunga pujaan.
Mungkin
sekarang hujan sedang sibuk menghidupi bunga dari sebuah pohon yang kurus,
kebenaran dari cerita rekaan akar. Hingga hujan tidak pernah kembali lagi.
Andai akar
tidak mengusir hujan. Andai akar tidak perlu cemburu. Pasti akar tidak
kehilangan bunga pujaan.
Kini tanah gersang,
tandus, dan retak melingkupi sebatang pohon yang sudah tidak mempunyai jiwa
lagi.
Itulah
sanksi untuk akar yang memiliki ego terlalu besar.
(Inspiring from: "Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh")
Langganan:
Postingan (Atom)
Cari Blog Ini
Wellcome to my blog....
Tulisan dalam blog ini adalah hasil pemikiran, renungan, imajinasi, dan filterisasi di bawah otak sadar saya. Saya sadar makanya saya dapat menulis. Kalo tidak sadar, maka saya tidak dapat menulis. Karena "scribo, ergo sum". Well, happy reading,guys... ^_^
About Me
- lilinzhu.blogspot.com
Ingkang Sowan
Labels
- Celoteh
- Inspiration
- Kpop
- Library Science
- Motivation
- Review
- Short Story
- Teknologi
Time
Popular Posts
-
TEMA Tema utama novel “Nayla” karya Djenar Maesa Ayu ini adalah pemberontakan wanita terhadap tekanan batinnya. Tema ini menggambarka...
-
Salah satu selebgram cantik yang terkenal dengan editan fotonya yang WOW yaitu Nabila Zirus. Selebgram hijab yang mempunyai gaya kekinian da...
-
Novel Demian masih karya Hermann Hesse terbit tahun 1919 dan masih kategori novel filosofi, yaitu tentang cerita masa muda Emil Sinclair da...
-
Bagi penggemar Novel Supernova karya Dee Lestari pasti tahu kalau di setiap awal cerita terdapat syair pembuka. Bisa dibilang sih seperti pr...
-
Sinopsis: “Menunaikan ikrar mereka untuk berkarya bersama, pasangan Dimas dan Reuben mulai menulis roman yang diberi judul Kesatria,...
-
Grup Boyband asal Korea Selatan, BTS (Bangtan Boys) baru-baru ini menyapa ARMY (sebutan penggemar BTS) Indonesia melalui konser berta...
-
Menurut ALA Glosseary of Library and Information Science (1983) dalam Hermawan dan Zen (2006: 81) kode etik adalah pernyataan standar ...
-
During dry season, it seems like no a day without feeling hot and hot. Begin April to this month, sky under Semarang City always...
-
Satu lagi drama korea yang lagi booming di kalangan pecinta KPop. ‘Descendants of the Sun’. Drama yang baru selesai tayang 22 April 2016...
-
Hello, Girls… Kamu wanita, kan? Kehidupan seorang wanita ketika beranjak dewasa akan lebih rumit ketimbang saat masih remaja, apalagi ana...
Followers
Blogger templates
DiaryNotebook



