‘Spring Day’ from You Never Walk Alone BTS’ Album

Dini hari (10/02/17) dapat notice dari channel di Youtube yang aku follow. Paginya langsung stream on. Baru lima jam rilis langsung mendapat sekitar 5 juta viewer, dan lima hari setelah perilisan melonjak menjadi 18 juta viewer dan mendapat 1M like. First impression I heard and watch this, there are something fresh and not dissapointed enough.

Lagu Spring Day yang liriknya ditulis oleh Rap Monster dan Suga ini bercerita tentang kehilangan seseorang yang dicintai hingga ia merasa kesepian, dan ia  merindukan kebersamaan. Kebersamaan itu sulit dilakukan seperti dahulu kala karena sekarang mereka saling terpisah.

Lagu Spring Day sendiri memang berbeda dari lagu BTS sebelumnya. Aliran lagu hiphop alternatif yang menjadi aliran BTS ini dipadukan dengan musik elektronik, dan musik British Rock. Makanya lagu ini memang terdengar berbeda, segar, dan kemungkinan lebih banyak diterima oleh masyarakat luas, buktinya lagu ini sudah memasuki Top 10 iTune US. Kata Rapmon, mereka memang berkarya untuk musik yang trendi. Apalagi mereka menulis lagu-lagunya sendiri dan berpartisipasi aktif dalam pembuatan album. Jadi musik mereka bisa disesuaikan dengan keinginan sendiri dan keinginan masyarakat.

Dalam lagu ini, JHope tidak mendapat banyak bagian. Ia hanya mengisi backsound vokal Jin, Jimin, dan Jungkook. This is also make the song sounds different. JHope yang biasanya mengisi bagian rap, kali ini muncul dengan vokal yang tak kalah bagus dari para dongsaengnya.

MV Spring Day mengangkat setting musim salju yang segera berakhir dan mulai menyambut musim semi. Berdasarkan beberapa kode/ teori yang ada di dalam mv, alur cerita bisa dilihat dari berbagai versi. Jadi antara neti yang satu dengan nati yang lain bisa memiliki hasil review yang berbeda. Dan mv ini juga sebenarnya menceritakan kisa perjalanan BTS hingga sekarang.

MV diawali dengan Taehyung yang berada di peron kereta api kemudian berjalan menuju tengah rel, berlutut seolah sedang menunggu kedatangan kereta, dan membaringkan kepala di rel dengan tatapan putus asa. Di sorot mata Taehyung terdapat bayangan kereta dan peluit kereta pun berbunyi sebagai tanda kereta sedang menuju ke arahnya. Tapi apa yang terjadi? Aku rasa Taehyung memang sedang menunggu kematian. Apalagi Taehyung sempat hilang di beberapa scene kebersamaan member.

V berbaring di tengah rel kereta

Jimin dengan wajah pucat duduk sendiri di pinggir pantai dan memandang ke arah lautan yang tampaknya sedang pasang.  Ia memungut sepasang sepatu tali warna biru laut (berbeda dengan yang Jimin pakai). Pada endingnya, ia menggantung sepatu tali lain warna putih di ranting pohon, dan pada scene sebelumnya Jimin meletakkan sepatu putih itu di tempat laundry di sampingnya. Jimin juga sempat melambaikan tangan seakan mengajak seseorang pergi ke suatu tempat dengan senyum misterius.

Nah scene ini konon ada kaitannya dengan Tragedi Tenggelamnya Kapal Sewol di Seoul 16 April 2014. Kebanyakan penumpang kapal tersebut adalah siswa SMP yang sedang dalam perjalanan wisata ke Pulau Jeju. Dua puluh lima korban tewan dan 270 korban hilang dalam tragedi tersebut.

Jadi ceritanya sepatu-sepatu yang dipegang Jimin adalah sepatu milik korban  huh? (Mendadak merinding)


Jimin membawa sepasang sepatu di pinggir pantai

Jungkook duduk di kursi penumpang kereta seorang diri dalam perjalanan menuju I don’t know, somewhere out there maybe. Pandangannya sendu menuju luar jendela kereta yang ada di sisinya. I think he feels so lonely, without friends that he used to traveled together. Jungkook tidak menyadari akan bayangan Rap Monster yang lewat di lorong kereta, dan Jungkook juga sempat tiba-tiba kaget ketika kereta dengan cepat melintasi terowongan gelap.

Kookie tidak menyadari bayangan Momon

On the other scene, Jungkook berdiri sendiri di sekitar komidi putar yang sudah usang dan bertuliskan ‘You Never Walk Alone’. Tulisan itu sangat berlawanan dengan kenyataan bahwa dirinya sedang sendirian di bawah puing bangunan komidi putar itu. Dan lagi Jungkook berlari melewati lorong kereta, masuk ke Omelas, tempat laundry, kemudian diikuti oleh enam member lain (without Teahyung). Mereka mengejar kereta yang melintas dengan cepat melewati terowongan (and you have to notice that Jungkook in that train). Saat itu pula Jungkook yang ada di dalam kereta terlihat kaget, ia dan Rapmon kemudian menunduk sedih. Is that something happen, mengingat Taehyung sedang jalan di tengah rel?

Jungkook berdiri sendiri di antara puing komidi putar

Kookie shock's look

Jin berdiri sendiri di dalam gedung bertingkat, ia mendongak ke atas ke arah tangga dengan tatapan kosong. Di tangga itu menyimpan memori masa lalu dengan lima member lain tanpa Taehyung (silakan hitung kalau tidak percaya) yang sedang menaiki tangga. Jin juga mengaitkan jari-jari tangannya hingga membentuk persegi panjang. Hal sama juga dilakukan oleh Taehyung saat di atas ranjang. Tampaknya ada hubungan antara mereka. Saat di tempat laundry Jin menatap mesin cuci yang sedang bekerja dengan tatapan kosong (pose ini persis dengan Jin saat di mv Blood, Sweat, and Tears).

Jin's no sense view

Rap Monster berdiri di gerbong kereta yang sepi, ia berjalan menelusuri setiap lorong gerbong, lalu keluar gerbong. Ia pun menuju motel yang bertuliskan ‘Omelas’. Ketika Rapmon membuka pintu, at glance ada kenangan saat member memberi kejutan birthday party. Dan dengan dengan tatapan no sense, Rapmon, Suga, dan JHope berdiri di depan Omelas. Rapmon mengenakan sepatu putih yang nampaknya itu adalah sepatu yang ada di tempat laundry di sebelah Jimin, lalu digantung di pohon. Scene selanjutnya adalah korek api tibatiba mati saat dipegang Jungkook. Itu berarti Rapmon meninggal dan menjadi hantu eh?

Momon di lorong kereta mengenakan sepatu putih

Berdasarkan teori, tulisan ‘Omelas’ itu simbol dari cerpen klasik-filosofi berjudul ‘The Ones Who Walks Away from Omelas’ karya Ursula K. Le Guin tahun 1973. Cerpen ini bercerita tentang sebuah kota bernama Omelas yang masyarakatnya hidup penuh kebahagiaan dan kedamaian. Namun di sudut kota tersebut ada seorang anak kecil yang hidup sengsara dan membuat sebagian masyarakat tidak tahan dengan keadaan itu. Mereka kemudian meninggalkan Omelas dan semua kesenangan yang ada. Cerpen ini tidak memiliki plot, hanya deskripsi-deskripsi kota dan masyarakat, serta simbol-simbol dan makna yang ada di dalamnya (yang penasaran silakan baca sendiri cerpennya).

Simbol 'Omelas'

Suga duduk tak berdaya di antara tumpukan pakaian yang menggunung. Dengan pencahayaan yang gelap, yang membuatnya tampak sangat sedih dan putus asa.

Suga tampak putus asa di antara tumpukan pakaian

JHope duduk di atas gerbong kereta yang sedang berjalan mengejar senja. Duduk di atas kereta yang sednag berjalan tentu sangat berbahaya. Ia membawa origami berbentuk pesawat, ia lalu menerbangkannya bersama angin.

JHope duduk di atas kereta yang sedang berjalan

Di sini terlihat bahwa mereka tidak lagi memiliki gairah untuk berpesta. Mereka seakan memiliki wajah pucat seperti hantu, lemah dan tak berdaya. Bahkan korek api yang digunakan untuk menyalakan lilin sempat beberapa kali padam. Sehingga pesta itu menjadi tampak suram.

Pesta tanpa gairah

At the end mereka secara lengkap kembali bersama mengikuti jejak jimin, berjalan menuju satu pohon yang daunnya sudah gugur dan siap menyambut musim semi.

Menyambut musim semi

Shoes belongs to dead person

Itu juga memberi kesan mereka sedang mengenang sesuatu karena sepatu milik orang meninggal yang digantung oleh Jimin. And I guess kalau Taehyung dan Rapmon yang berperan jadi orang yang dikenang itu deh, dibuktikan dengan hilangnya Taehyung dan Rapmon di scene kebersamaan member.

Hilangnya Taehyung yaitu saat kejutan pesta ulang tahun Rapmon, saat member menaiki tangga, di salah satu scene saat mengejar kereta bersama Jungkook, dan saat di tempat laundry. Bahkan Rapmon ikut hilang saat di tempat laundry. Sesaat setelah Jimin memungut sepatu, kemudian berganti scene Taehyung dan Rapmon tertawa berdua. Dan setelah Jin memberi tatapan kosong pada mesin cuci, scene juga berganti keceriaan Taehyun dan Rapmon tertawa. The other side, Jungkook nampaknya pihak yang terhubung dengan Rapmon, sementara Jin pihak yang tegubung dengan Taehyun.

Momon's Sureprize Birthday Party without Taehyun

Lima member menaiki tangga tanpa Taehyun 
How can I know? karena Jin melakukan sign yang sama dengan Taehyun

Nah kan nggak ada Taehyun

 Hanya berlima nih?

Memory of Taehyun and Momon

 Kookie connected to Momon

Jin connected to V

Btw untuk MV-nya mengingatkan daku dengan MV Run, ada beberapa bagian yang terlihat mirip. Saat mereka party, kemudian kembali ke kenyataan bahwa mereka sedang sendirian. Terus yang scene lari-lari bareng, gerbong kereta, terus ada kereta jalan. Kemudian lambang kupu-kupu di celana Taehyung juga sama dengan lambang kupu-kupu di kartu remi di mv RUN.

Butterfly sign on V's pants

Actually I don’t really care about theory. Rasanya melelahkan memecahkan teori BTS dan mencari benang merah dengan semua kode yang ada di dalam mv-nya. Tapi lama-lama penasaran juga dan nggak nyangka bisa sampai sini.

Hmm… over all suka, baik itu mv atau lagunya, secara ini grup memang skillnya bagus semua dan selalu unik. Dan pastinya di setiap mv maupun adsurb video mereka, selalu menunjukkan kedekatan dan chemistry antarmember. Di sini juga ada scene adsurb, yaitu saat Min Suga sedang menyikat gigi, di sebelahnya Hopie ikutan pose lagi sikat gigi tapi sikatnya itu pake jari telunjuknya dia. LOL…

Well, yuk cek lagi mv MV Spring Day.




Mencari Jati Diri (From Novel ‘Petir’ Karya Dee Lestari)

First of all, I’d like to introduce you about novel that I already mention on tittle of this article.
Novel Petir karya Dewi Dee Lestari, yaitu novel ketiga dari seri novel Supernova, setelah seri pertama (KPBJ) dan seri kedua (Akar). Novel Petir menceritakan kronologi seseorang dalam menemukan jati diri, yang intinya menemukan dan mencari jati diri itu:

Come from Emptiness
Ia adalah seseorang yang jiwanya terasa hampa, polos (belum mengetahui banyak hal) dan belum mengalami segala dimensi kehidupan. Ia bisa berasal dari hanya mengenal hal yang baik-baik saja, atau hanya mengenal hal yang buruk-buruk saja. Atau tidak mengenal dua-duanya, ia sekadar menyaksikan dan tidak mengalami sendiri. Hingga suatu saat ia penasaran dengan hal lain yang belum pernah ia alami, atau ia terpaksa menjalani hal lain yang belum pernah ia sentuh.

Dalam novel Petir, Elektra kecil diceritakan sebagai si bungsu pemalas yang jarang punya aksi. Bagi Elektra, hidup adalah duduk di bangku bioskop yang gelap menontoni kakaknya yang hiperaktif. Elektra pun harus memasuki era baru yang serba asing sejak ayahnya meninggal. Bahkan dunia tak lagi aman bagi Elektra yang tidak tahu apa-apa, ia dituntut mandiri (Dee, 2003).

Enjoying Proccess
Dalam Novel Petir, tentu saja Elektra yang tidak tahu apa-apa tentang hidup dan dipaksa untuk mandiri. Elektra hidup, tapi jiwanya mati karena tidak memiliki misi. Dan yang paling mengena untukku adalah, Elektra belum bekerja (menganggur) selama lima tahun sejak lulus menjadi sarjana ekonomi. She just enjoy proccess and just flow on it. 

Menikmati proses bukan berarti tidak melakukan aktivitas, Elektra needs activity to kill the time. Sejak ayahnya meninggal, Elektra berusaha mempertahankan bangunan Toko Elektronik Kuno milik ayahnya yang tidak mengalami perkembangan. Padahal banyak pebisnis yang sering mengubungi Elektra untuk menyewa bangunan atau mengajaknya menjadi partner bisnis. Ia juga tidak bermaksud melanjutkan usaha pertokoan itu. Awalnya Elektra hanya membiarkan begitu saja dan sedikit mengecek administrasi toko. Ia hanya sedikit merenovasi dan membersihkan isi bangunan yang juga menjadi tempat tinggalnya. Hingga tanpa ia bayangkan ia menjadi korban keisengan surat panggilan kerja yang mengatasnamakan Sekolah Tinggi Ilmu Gaib Nasional (lol :-D), melakukan meditasi bersama pemilik toko obat, dan menjadi Elektra yang gila internet hingga menjadi pelanggan warnet kemudian jatuh sakit, dan yang akhirnya Elektra membuka warnet sendiri di rumahnya.

Finally She Knows
Semua proses yang telah dilalui, Elektra menjadi semakin berpengalaman dan memiliki relasi dengan orang lain. Dan dari pengalaman itu Elektra menjadi tahu cara menyikapi suatu permasalahan dan tahu apa yang ia inginkan.

Setelah Ekektra menjalani bisnis warnet bersama rekan-rekannya, ia baru menyadari terdapat potensi dalam dirinya yang dapat mengalirkan energi listrik. Sejak saat itu ia berinisiatif membuka klinik pengobatan alternatif. Itulah jati diri Elektra, menjadi perantara sebagai penyembuh.

Kalau dalam istilah bahasa inggris Life Must Go On itu benar. Kehidupan selalu berjalan jadi kita harus menikmati setiap proses yang ada, seperti yang Dee bilang juga, bahwa: “Ternyata hidup tidak mmebiarkan satu orang pun lolos untuk cuma jad penonton. Semua harus mencicipi ombak.”

Ketika Member EXO Berbicara Tentang Kai



Kai, salah satu member EXO yang memiliki nama asli Kim Jong In baru saja memberikan kabar gembira kepada para EXO-L melalui website resmi EXO-L kemarin (5/ 10). Kai yang berposisi sebagai main dancer di EXO, mengabarkan bahwa dirinya telah pulih dari cedera kakinya, dan mulai kembali menari ke atas panggung bersama member EXO lain. Selama proses pemulihan cederanya, para member lain tampak banyak yang memberi perhatian lebih pada Kai. 

Ketika berbicara tentang Kai, apa sih yang dikatakan oleh member EXO? Simak pernyataan beberapa member, sebagai berikut:

Menurut Baekhyun, “Kai terlahir sebagai penari. Ketika melihat Kai sedang menari, tanpa sadar aku akan bertepuk tangan. Aku sudah berkali-kali mengamati Kai dan selalu mengikuti bagaimana Kai menari.”

Menurut Suho, “meskipun Kai bertindak seperti tidak peduli, Kai sebenarnya orang yang sangat teliti (peduli) terhadap orang lain. Tapi dia juga mempunyai aegyo. Itulah mengapa Kai sangat menarik. Tentu saja dibandingkan dengan yang lain, Kai paling mempesona ketika dia sedang menari. Haruskah aku mengatakan kalau Kai menari dengan sepenuh hatinya? Beberapa hari ini ketika aku melihat Kai, aku berpikir bahwa kesenangan menari tidak pernah untuk sebuah hasil akhir, dan dia sangat gila menari. Aku benar-benar iri pada kemampuan Kai yang fokus hingga menenggelamkan diri dalam suatu hal yang mungkin membuatnya gila (sangat mahir/ terampil).”

Menurut  Xiumin, “Kai adalah pusat penampilan kita. Bahkan aku tidak berpikir, bahwa terlalu banyak untuk diungkapkan kalau Kai adalah perwakilan utama di EXO ketika EXO tampil. Karena dia memiliki bentuk tubuh yang bagus, dia juga tampak bagus dalam berpakaian. Dia memiliki kesan dingin, tapi dia tetap tampan. Meskipun, Kai sering terbenam dalam dunianya sendiri. Dia selalu melakukan penampilan panggungnya dengan sungguh-sungguh dan dia semacam meyakinkan bahwa dia mengawasi panggungnya.”

Menurut D.O., “gagasan kita menyebut Kai itu dingin, tampan, kali ini kamu harus mengetahui dia, kamu akan menemukan bahwa dia berhati lembut. Bagaimanapun, karisma yang dia tunjukkan di panggung adalah yang terbaik. Kai juga harta EXO dan anggota yang berpenampilan dengan seluruh hatinya dan dia tulus. Itulah mengapa aku berpikir bahwa dia paling mengkhawatirkan penampilan panggung kita dibanding yang lainnya.”

Menurut Chanyeol, “dibandingkan dengan umurnya, Kai sebenarnya dewasa. Dia mempunyai banyak kekhawatiran terhadap tim. Dia juga mempunyai banyak ketertarikan mengenai penampilan panggung. Dan bahkan kita melakukan lima kali latihan untuk sebuah konser, kemudian mengeceknya. Dia adalah anggota yang akan melakukan cross-check lebih dari sepuluh kali.”

Menurut Chen, “Kai adalah seseorang dengan pemikiran yang dalam. Meskipun jarak usia kita tidak terlalu jauh perbedaannya, dia lebih muda dari aku, yang beberapa kali dia memiliki pemikiran yang dalam daripada aku. Terutama dia memiliki banyak perhatian terhadap orang lain. Dia peduli pada mereka. Dia adalah seorang anak yang sangat tulus bagian dalamnya.”

Menurut Lay, “jika kita berbicara tentang Kai, berarti kita berbicara tentang menari. Aku pikir jika Kai berdiri di tengah, panggung EXO akan naik selevel lebih tinggi.”

Menurut Sehun, “aku pikir tidak ada orang yang dapat melawan Kak Kai ketika dia sedang fokus. Kemampuannya untuk tetap fokus pada penampilan panggung sangat luar biasa, dan sekali dia membenamkan diri dalam hal apapun yang dia kagumi, dia akan mendalaminya hingga panggung di mana dia tampil menjadi memilikinya.Dia adalah seseorang yang dapat kamu percaya untuk menugaskan berbagai pekerjaan.”

Itulah beberapa pernyataan yang diungkapkan oleh member EXO mengenai Kai. Intinya, meskipun usia Kai masih muda, sebenernya dia sudah dewasa, memiliki pemikiran yang dalam. Meskpun terlihat dingin, sebenarnya dia sangat peduli terhadap orang lain dan juga menampilan panggung EXO. Itulah mengapa dia selalu fokus pada hal yang sangat dia kagumi.

Pernyataan member EXO berdasarkan EXO’luxion photobook interview yang diambil dari akun instagram @kaijexo. So for Kai’s update everyday, please check or follow that account.

Adegan Favorit dalam Drama ‘Descendants of the Sun’



Satu lagi drama korea yang lagi booming di kalangan pecinta KPop. ‘Descendants of the Sun’. Drama yang baru selesai tayang 22 April 2016  ini sangat memikat hati para penggemar, dengan menyuguhkan cerita romansa-thriller antartokoh dengan latar belakang tentara dan dokter. Kebayang kan kalau kedua profesi itu sama-sama memiliki prestis yang tinggi, rutinitas kegiatan yang padat, dan saling bertolak belakang. Yang penasaran/ belum nonton, silakan tonton saja…

Setiap drama pasti memiliki adegan yang sangat diingat oleh penonton sehingga bisa menjadi adegan favorit, baik adegan menegangkan, mengharukan/ sedih, sampai adegan lucu. Setelah nonton berulang-ulang DOTS ini, berikut adegan favorit versi gue…

Eps 1
Adegan ketika Yoo Si Jin dalam misi membebaskan dua sandera, tapi ia harus beradu pisau dengan Letnan Senior Ahn Jung Joon. Mereka sama-sama tentara terlatih dan mahir memainkan senjata pisau. Tapi apa daya ketika Yoo Si Jin pada akhirnya kena tusuk.

Eps 2
Adegan ketika di landasan pacu pesawat. Saat itu pasukan tim Alpha menjemput para dokter yang ditugaskan untuk menjadi sukarelawan di Urk. Nah, saat itu pada akhirnya Kang Mo Yeon bisa berjumpa lagi dengan Yoo Si Jin setelah beberapa kali Yoo Si Jin harus pamit pergi saat mereka sedang berdama. Mereka berdua berpapasan satu sama lain tanpa saling sapa, Kang Mo Yeon yang terus memandang, dan Yoo Si Jin yang terus berjalan ke depan tanpa memandang sedikitpun. Tapi akhirnya mereka saling memandang ketika Yoo Si Jin mengambil dan mengembalikan Syal Kang Mo Yeon yang jatuh. Adegan ini berlanjut ke eps 3.

Eps 3
Adegan ketika Yoo Si Jin tiba-tiba memberi interupsi kalau Kang Mo Yeon menginjak ladang ranjau (padahal ia hanya bercanda).  Kang Mo Yeon ketakutan setengah mati dan terus merengek agar Yoo Si Jin segera melakukan tindakan penyelamatan. Tapi Yoo Si Jin terus berimprovisasi dan mencoba mendekat sambil menakut-nakuti Kang Mo Yeon, hingga tiba-tiba mereka terjatuh bersama. Kang Mo Yeon yang akhirnya tau kalau Yoo Si Jin berbohong, ia malah menangis.

Adegan lain yaitu ketika presiden Mubarat menjadi pasien VIP di daerah operasi tim Alpha. Saat itu pasien dalam keadaan kritis dan harus segera dioperasi, tapi para pengawal pasien melarang tindakan operasi sebelum dokter pribadi datang, dan di sisi lain komandan juga melarang tindakan operasi. Namun Yoo Si Jin membangkak perintah tersebut karena kondisi kritis pasien, dan memerintahkan Dr. Kang Mo Yeon segera melakukan tindakan operasi. Selama proses operasi itulah terjadi saling todong senjata pistol antara tentara pasukan tim Alpha dan pengawal presiden. Adegan ini lanjut ke eps 4.

Eps 4
Adegan ketika Yoon Yoon Myeong Jo juga ditugaskan ke Urk, ia senang karena mempunyai kesempatan bertemu Seo Dae Young. Tapi kedatangannya malah disambut dengan Seo Dae Young yang siap pergi lagi ke korea. Nah saat itu, Yoon Myeong Jo sangat emosi (antara marah dan sedih). Ia menampar Seo Dae Young, dan beberapa saat kemudian memukul dadanya. Ia terus bertanya dan meminta Seo Dae Young untuk kembali padanya, hingga ia pun menangis. Ketika Seo Dae Young hendak pergi, tangan Yoon Myeong Jo meraih tangan Seo Dae Young. Seo Dae Young pun menariknya hingga Yoon Myeong Jo jatuh ke pelukannya.



Eps 5
Adegan ketika mobil yang dikendarai Kang Mo Yeon terpeleset ke tepi jurang. Saat itu Kang Mo Yeon sangat ketakutan, mencoba menghubungi Yoo Si Jin, dan mencoba membuat pesan terakhir untuk keluarga, rekan, bahkan untuk Yoo Si Jin melalui alat perekam di hpnya. Akhirnya Yoo Si Jin datang menyelamatkan Kang Mo Yeon dengan menerjunkan dan menenggelamkan mobil ke laut. Mereka berdua selamat. Kang Mo Yeon yang masih ketakutan terus saja merengek, sementara Yoo Si Jin terlihat begitu lega dan tersenyum melihat tingkah Kang Mo Yeon.

Eps 6
Adegan pasca gempa di Urk yang mana pasukan tentara dan tim medis harus melakukan evakuasi. Saat itu Kang Mo Yeon mencoba membenarkan tali sepatu yang lepas. Tiba-tiba Yoo Si Jin datang dan mengambil alih untuk membenarkan tali sepatu Kang Mo Yeon. Setelah itu Yoo Si Jin sempat minta maaf, dan mereka saling memberi pesan untuk saling hati-hati. Dan sesaat kemudian mereka pergi.


Eps 7
Adegan misi penyelamatan dua pekerja buruh yang terjepit reruntuhan bangunan dan tertusuk besi. Mereka kecelakaan pada satu runtuhan bangunan yang sama dan tidak mungkin dua-duanya bisa selamat. Yoo Si Jin dan Kang Mo Yeon saling berunding siapa diantara dua buruh tadi yang harus diselamatkan dengan segala kebijakan dan kemungkinan untuk tetap hidup. 

Eps 8
Adegan ketika rekaman pesan terakhir ketika mobil Kang Mo Yeon ada di tepi jurang terungkap melalui speaker. Dalam rekaman itu terdapat ungkapan perasaan Kang Mo Yeon terhadap Yoo Si Jin. Saat Kang Mo Yeon menyadari, ia langsung lari ke ruangan untuk mengambil hp-nya. Tapi apa daya, ketika ia menyadari kalau di sana juga ada Yoo Si Jin. Kang Mo Yeon pun langsung pergi. Di sini Yoo Si Jin pun berusaha menghalangi Kang Mo Yeon dan membuatnya mengakui rekamannya. Adegan ini berlanjut ke eps 9.

Eps 9
Adegan ketika Yoo Si Jin dan Kang Mo Yeon membuat penanda di ladang ranjau. Kang Mo Yeon harus mengekor Yoo Si Jin agar tidak salah langkah. Dan ketika selesai, Yoo Si Jin haru meminjam lipstik Kang Mo Yeon untuk membuat tulisan tanda bahaya.

Adegan ketika di tempat pengisian bensin. Saat itu Kang Mo Yeon terus mengoceh tentang Yoon Myeong Jo, hingga akhirnya  Yoo Si Jin menyuruhnya untuk memegang alat pengisi tangki sampai tangki penuh. Kang Mo Yeo pun masih terus mengoceh, hingga akhirnya Yoo Si Jin mengambil inisiatif tindakan ‘membuat Kang Mo Yeon diam dengan cara yang seksi’ wkwk. Lagi-lagi Kang Mo Yeon kena tipu, karena ternyata tangkinya sudah penuh sejak tadi.







Kau (Para Pejuang Ilmu) Bersemangatlah!

Semua tidak ada yang mudah, karena semua butuh proses belajar
Semua tidak ada yang sama, karena hidup ini penuh dengan hal2 yang dinamis
Dan semua tidak ada yang terus menerus terasa enak, karena hidup bagai roda yg berputar, kadang di bawah kadang di atas atau kadang di tengah2nya
Begitu juga saat berproses dalam menuntut ilmu
Ilmu itu harus dicari, makanya banyak para mahasiswa yang merantau ke luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri
Semua itu demi ilmu, tak peduli seberapa jauhnya jarak yang harus ditempuh
Dalam hadits disebutkan, 'Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina.'
Jelas sekali dalam hadits itu diterangkan kalau intinya,menuntut ilmu tidak selamanya harus di lingkungan sendiri
Juga harus pantang menyerah dalam mencapai ilmu itu sendiri

Meskipun tidak sampai ke negeri Cina, setidaknya telah kujalani untuk belajar dengan keluar dari lingkungan tempat tinggal sendiri, demi konsentrasi ke  bidang Ilmu Perpustakaan
Senang sedih, enak nggak enak, bosan / semangat, Sampai mengeluarkan pun sudah aku lalui semua sampai berulang2
Disaat sedang galau mengerjakan skripsi, di sisi lain juga jenuh menjalani perkuliahan, di sisi lain lagi juga ingin cepat kerja
Tiba2 seorang teman mengirim pesan melalui akun line yang isinya subhanallah banget bisa menyadarkan aku n mengingatkan aku untuk selalu bersyukur
Saat itu hari Jumat, 22 April 2016 sekitar pukul 17.20
Berikut isi pesannya:

"Mungkin diantara kita saat ini..
ada yang mulai stres diburu tugas,
ada yang di tengah-tengah ujian,
ada yang sedang sibuk menyusun skripsi,
ada yang sedang di fase koass,
dan sebagainya..

lelah? pasti.
tapi ingatlah bahwa tidak ada hal yang sia-sia dalam sebuah usaha untuk belajar.
maknailah bahwa setiap tetes keringat akan dibalasNya dengan manfaat yg besar di masa depan..

dan, jangan lupa bersyukur..
banyak orang di luar sana yang memimpikan berlelah-lelah dalam belajar seperti ini, tapi mungkin belum berkesempatan..

nikmatilah, maknailah, bersyukurlah.. lelahmu akan hilang seketika kau sejenak beristirahat, tapi ilmu yang kau dapatkan akan kau bawa sampai nanti..

apapun disiplin ilmunya, bersemangatlah, tak ada ilmu yang tak berharga selama tidak melanggar syariat..

"Bersemangatlah atas apa yang bermanfaat bagimu, meminta tolonglah pada Allah, dan jangan merasa lemah"
(HR. Muslim)

Imam syafi'i pernah berkata :
"Jika kau tak tahan lelahnya belajar, maka bersiaplah menanggung perihnya kebodohan"

pemuda muslim haruslah cerdas, mengapa? tak rindukah kita dengan kebangkitan islam oleh pemuda2nya yang menjunjung ilmu dan agamanya? :")

"Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan"
(Al-Mujadilah : 11)

Masihkah kita mengeluh wahai saudaraku?
semoga Allah senantiasa meneguhkan kita dalam berjuang :") .

Dari @medislam_


Semoga bermanfaat dan pengingat buat kita semua..."

Dahsyat ya pesannya meskipun copas dari medsos, tapi itulah gunanya medsos

Setelah mendapat pesan itu, aku mulai merenung
Mungkin jika aku tidak kuliah, aku bisa jadi sudah menikah dengan orang yang entahlah.... (waktu sekolah aku nggak pernah sekalipun pacaran, nggak penting juga)
Ato bisa jadi aku malah kerja ke luar negeri jadi TKW/ TKI ngikutin jejak sang kakak
Padahal kakakku sendiri pernah pesan, jangan sampai aku kerja kek gitu

Sudah sepantasnya aku bersyukur dengan semua ini
Di luar sana banyak yang ingin kuliah tapi terkendala biaya ato memang belum rezekinya diterima
Lebih bersyukur lagi bisa masuk ke salah satu PTN ternama
Dan lagi lagi harus lebih bersyukur karena bisa masuk dengan melalui tes terrulis tingkat nasional, setidaknya tidak perlu mengikuti tes mandiri yang jatuhnya biaya kulianya juga lebih mahal

Yang pasti ilmu yang telah aku capai nanti diharapkan  akan bermanfaat untuk masa depan

Review Novel 'If I Stay' Karya Gayle Forman

Novel “If I Stay” karya Gayle Forman sudah diangkat ke dalam film layar lebar pada tahun 2014, sementara novelnya sudah terbit tahun 2009. Well, setelah nonton filmnya di tahun 2014, gue baru niat baca novelnya di tahun ini. Di google memang sudah banyak yang me-review novelnya. Berhubung gue udah baca, nggak ada salahnya kan gue juga turut meramaikan review-nya. Ini dia review novel “If I Stay” versi gue.

Secara keseluruhan novel ini mengambil tema tentang kehidupan sehari-hari seorang remaja, di mana ia berkedudukan di dalam keluarganya maupun dalam kehidupan sosialnya. Cerita utama dalam novel ini berkutat pada kehidupan Mia, gadis cellis yang tumbuh di keluarga pecinta musik yang penuh kasih sayang. Serta kehidupan percintaannya dengan Adam si bintang rock, vokalis band indie yang sedang naik daun di Portland. Dan juga kehidupan dengan sahabatnya, Kim, yang selalu setia melalui hari-hari sekolah bersamanya.

Cerita dan konflik dalam novel ini sebenarnya sederhana, tidak terlalu rumit, logis, dan mengalir apa adanya. Sebuah kecelakaan tragis tak terduga menimpa keluarga Mia. Mom, dad, dan adiknya tidak mampu bertahan. Sedangkan Mia masih bisa bertahan, namun dalam keadaan koma. Ruhnya keluar dari tubuh Mia, namum ia bisa melihat jasadnya sendiri, merasa, meraba (tidak bisa menembus dinding seperti hantu pada umumnya), dan berpikir. Bahkan bisa memutuskan sesuatu, yaitu memilih tinggal atau pergi. Dalam kehidupan nyata, hal ini bisa saja terjadi. Ketika seseorang mengalami koma, sebenarnya ia masih bisa mendengar dan merasa, hanya saja kondisi tubuhnya terlalu lemah untuk bisa membuka mata.

Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur campuran, yaitu menggunakan dua sisi kehidupan Mia. Kehidupan Mia saat beberapa jam setelah terjadi kecelakaan, dan kehidupan sehari-hari Mia sebelum kecelakaan.

Bisa dikatakan Gayle Forman mampu menceritakan keseluruhan hidup Mia. Ia benar-benar begitu mendalami dan mampu mendeskripsikan perasaan Mia. Bagaimana Mia kecil pertama kali jatuh cinta pada cello, hingga perjuangan orang tuanya membelikan cello baru dan memberi les khusus. Bagaimana Mia merasa aneh dan berbeda di antara anggota keluarga, hingga ia menganggap itu bukan masalah yang berarti. Juga cerita mengenai masa muda orang tua Mia, dan keakraban mereka dengan para kerabat, serta kakek dan nenek. Ikatan batin yang kuat dan magis antara Mia dan Teddy. Serta awal mula persahabatan antara Mia dan Kim. Juga kisah percintaan Mia dengan Adam.

Setting cerita setelah insiden kecelakaan banyak memperlihatkan suasana rumah sakit, ruang ICU, bahkan lorong-lorong rumah sakit secara detail ketika Adam dan Kim mencari pakaian dokter untuk menyamar. Dan loby rumah sakit.

Jangan hanya mencari ending atau kejutan dalam cerita. Karena tidak akan menemukan keduanya. Tapi baca dengan sabar dan hayati bagaimana perasaan Mia. Serta pesan yang disampaikan oleh cerita. Bagaimana seseorang mengambil pilihan dalam hidup dengan mempertimbangkan segala hal agar ia tetap bisa bertahan hidup dan bagaimana ia akan menjalani hidup. Over all ceritanya oke banget lah…

Dailylife Senior Level Student

Sebagai senior level student yang udah punya tiga adik angkatan, aku sadar kalo aku udah tua. Semester yang bakal jadi the last semester in my undergraduate level ini bakal sibuk sama yang namanya skripsian. Itu sih yang ada di bayangan aku. Tapi nyatanya minggu ini masih gabut aja, setelah sekitar dua minggu yang lalu ngajuin proposal n dapet dosbing. Terus iseng2 cari data sekaligus cari muka ke calon lokasi penelitian. 'cuz memang sudah sepakat sama dosen juga kalo bimbingan mulai minggu depan.

Move on dari kkn? It should be. Tapi nyatanya ada kebiasaan kkn yang kebawa sampe sekarang. Kadang juga dejavu sama kehidupan di posko kkn, terngiang sama berisiknya suara temen2 kkn. Mentang2 juga udah nggak ada kelas, semester ini pengennya main terus. Kayaknya ini juga salah satu efek kkn yang terlalu aku nikmati. Karena nggak ada yang ngajak main jadinya all day all night mainnya di media sosial. Cari jurnal n terjemahin artikel disambi sama streamingan, download lagu, n selancar di medsos. Waktu pulkam juga failed semua planning mainnya, akibat cuaca yang tidak bersahabat. Hujan setiap hari, alhasil cuma bisa ngopi2 di kafe sama menikmati saat2 terjebak hujan.

Pernah ngerasa bosan sama penampilan yang itu2 aja dari semester pertama sampai semester tua ini? Well, ya. Melihat junior level kadang ada yang penampilannya lebih tua dari aku. Kadang ngomong sendiri dalam hati, 'Dulu waktu semester ... aku nggak make up deh, aku nggak glamor gitu deh'. Nah dari situ tiba2 ada pemikiran, 'Mosok aku mau kelihatan sama kek adek tingkat yang pada dandan'. Nah sekarang aku mulai coba2 touch ini itu di wajah. Yang dari semester muda hanya apply pelembab, bedak, n lips ice. Nah semakin ke sini mulai apply lipstick n eye brow. Yang awalnya cuma tipis2, eh semakin ke sini makin berani malah. Tapi nggak sehari2 juga sih pake gituan. Cuma kalo lagi mood n ada acara tertentu aja (termasuk acara main n kencan).

Efek tuh efek. Udah semester tua yang pengennya juga kelihatan tua. Maksudnya biar nggak dikira mahasiswa angkatan bawah. Ato parahnya lagi malah dikira masih SMA. Kalo diperhatikan, after pulang dari kkn sebagian temen2 juga pada mulai dandan. Jadi nggak ngerasa aneh lah kalo aku juga lumayan tampil agak beda dari semester sebelumnya.


Cari Blog Ini